Diposkan pada Islam

GERAKAN ZIONISME (YAHUDI) TERHADAP ISLAM

GERAKAN ZIONISME (YAHUDI) TERHADAP ISLAM

A. Pengertian Yahudi

Mengenal bangsa Yahudi haruslah berangkat dari pembahasan agama Yahudi. Karena keduanya bagaikan dua mata uang yang sulit untuk dipisahkan. Sejarah mereka bangsa Yahudi berawal dari peradaban pada zaman Ibrahim a.s sebagaimana dikisahkan dalam kitab sucinya yakni Taurat.

Yahudi adalah nama suatu bangsa dari Bani Israil. Awal bangsa mereka adalah Ibrahim berikut keluarganya, Ishak dan karibnya, Ya’kub dengan kedua belas keluarganya di antaranya : Yahudi keturunan Yahod dari anak Israil. Israil sendiri adalah gelar bagi Nabi Ya’kub as.

Kitab Taurat adalah sumber nilai Yahudi yang sangat disakralkan oleh semua penganutnya. Dalam pemahaman Yahudi ada dua syariat yang dikembangkan, syariat tertulis dan syariat lisan (dalam aspek ini tidaklah jauh berbeda dengan Islam yang berpegang pada dua pilar utama yakni Al-Quran dan perkataan, tingkah laku yang disebut hadits). Syariat adalah apa-apa yang diterima oleh Nabi Musa a.s di bukit Sinai dari Tuhan. Sedangkan syariat lisan adalah apa yang dikenal dengan Talmud termasuk Talmud Babel dan Orselim.

Perlu diketahui, sesungguhnya orang Yahudi hingga saat ini memiliki satu pandangan superionitas yang tinggi sekali. Sehingga melebihi peran sosial mereka di antara bangsa yang lain. Oleh karena itu pandangan mereka seperti itu mereka dikucilkan dari komunitas dunia. Karena mereka eksklusif, mereka tidak bisa bergaul dengan komunitas sekitarnya. Mereka hanya merasa dan menganggap hanya merekalah yang termasuk masyarakat yang terpilih di hadapan Tuhan.

Saat ini, bangsa Yahudi hanya mengakui tiga golongan bangsa sebagai bagian dari mereka. Yaitu, Eskinazim, Sephardim, dan Falasha. Dari ketiga golongan tersebut hanya Sephardim yang tidak diragukan lagi keasliannya. Berdasarkan catatan sejarah, di antaranya surat balasan dari Yoseph, Raja Yahudi Sephardim di Andalusia pada abad ke-10; diketahui bahwa sesungguhnya Eskinazim juga bukan ketururan dari bangsa Israel dan sebelumnya pun tidak mempunyai hubungan apa-apa. Mereka keturunan Turkian (campuran antara Turki dan Persia). Oleh karena itu Yahudi Sephardim enggan untuk menikah dengan Yahudi Eskinazim yang diragukan keasliannya. Adapun golongan Yahudi paling bawah adalah golongan Yahudi Falasha atau Yahudi kulit hitam yang berasal dari Ethiopia.

Dalam Yahudi pun terdapat beberapa madzhab, di antaranya adalah :
1. Aliran reformis
Madzhab ini adalah pemikiran pencerahan dalam Yahudi, yang menitikberatkan pada keselarasan implementasi nilai ke dalam realitas zamannya. Mereka beranggapan bahwa kitab suci bukanlah buatan Tuhan, melainkan ciptaan manusia itu sendiri, ciptaan peradaban, seorang pelopor yang gigih memperjuangkan madzhab ini adalah Mondelson
2. Aliran Ortodok / Klasic
Madzhab ini termasuk golongan terbesar dan paling berpengaruh dalam dunia Yahudi. Mereka beranggapan bahwa Taurat, kitab suci adalah perkataan dan ucapan Allah (ciptaan Allah); kepada madzhab ini sering dituduhkan klaim-klaim negatif seperti fundamentalisme, tidak mampu berinteraksi dengan zaman dan klaim-klaim lainnya. Tokoh yang gigih memperjuangkan nilai-nilai ortodoks ini adalan Simon Hirsh.
3. Aliran Konserfatip
Madzhab ini adalah madzhab yang menengahi antara madzhab ortodok dengan reformis. Mereka lebih mengambil bandingan dari kedua faham tadi. Untuk itu, mereka mempunyai komitmen bahwa Yahudi mempunyai tiga konsentrasi yang harus dipelihara. yaitu, memepererat kesatuan Negara Yahudi, kontinuitas perjuangan Yahudi dan pengayoman pendidikan Yahudi.

Selain ketiga madzhab tadi, ada juga yang disebut dengan madzhab Hasidiyyah, yaitu madzhab pergerakan ritualitas Yahudi yang mulai berkembang di daerah Polandia dan Ukraina. Yang dengan cepat menyebar ke daerah Eropa Timur. Dalam fenomena keislaman, mungkin dapat kita kelaskan madzhab ini layaknya madzhab Sufi (tarekat). Madzhab Hasidiyyah menuntut berdirinya Negara Israel sebagaimana yang telah ditulis dalam kitab sucinya. Dan batas yang harus diperjuangkan adalah batas sungai Efrat di Irak hingga sungai Nil di Mesir.
Bahkan dalam Yahudi pun terdapat percampuran antara golongan Yahudi yang satu dengan golongan Yahudi yang lainnya. Akibat percampuran tersebut tumbuhlah kelas-kelas Yahudi. Yaitu;
1. Yahudi Bani Israil; Yahudi yang lahir dari ayah dan ibu Yahudi.
2. Yahudi Aria; campuran antara Yahudi dengan Eropa atau Iran.
3. Yahudi Arab; campuran antara Yahudi dengan Mesir, Irak,Syiria, dan sebagainya.
4. Yahudi Mestiz; campuran Yahudi dengan Kazak (Yahudi Rusia), Turki, China, India, dan sebangsanya.
5. Falasha; seperti yang disebutkan di atas adalah campuran yahudi dengan Mulat.
6. Mulat; campuran langsung dengan Negro.
Yahudi kelas B dan sebagainya tidak dapat dijadikan sebagai imam besar keagamaan. Dalam organisasi Freemasonry Yahudi kelas B, C, D hanya dapat dijadikan pimpinan penggerak, sedang golongan E, dan F hanya berhak dijadikan tukang pukul atau pekerjaan yang sesuai dengan kelas mereka.

Seperti halnya agama lain, dalam Yahudi juga terdapat beberapa penggerak pokok yakni;
1. Gerakan keagamaan yang dipimpin oleh seorang rahib
2. Gerakan kebangsaan yang tergabung dalam Suhyuniah (Zionisme)
3. Gerakan yang melibatkan Bangsa Goyim (Bangsa luar Yahudi) yang tergabung dalam Masuniah (Freemasonry)
Maka dari itu, sejarah mencatat lain; Negara Yahudi lahir lewat Zionisme yang dengan kegemilangannya berhasil menanamkan kefanatikannya akan kebesaran Yahudi pada setiap orang-orangnya.

Terkadang umat Islam pun acuh-tak acuh menanggapi hal-hal yang berkaitan dengan bangsa Yahudi ini, kecuali beberapa orang saja yang tertarik dengan pembahasan ini.

Sesuai dengan yang penulis tuliskan dalan karya tulis ini, yaitu gerakan Zionisme (Yahudi) terhadap Islam yang berawal dari pengertian Yahudi, Freemasonry, Zionisme, serta paham-paham mereka yang menggoyahkan keyakinan umat Islam. Tertulislah bahwa kita umat Islam harus siap berperang dengan orang-orang kafir. Salah satunya dengan memerangi kebiadaban Yahudi.

Umat Islam pada saat ini masih berada dalam tipu daya orang-orang Yahudi sebagaimana umat Islam terdahulu melewati berbagai tipu daya tersebut. Hanya saja sangat disayangkan bahwa umat Islam tidak mengambil pelajaran dari seruan-seruan Al-Quran dan petunjuk illahi.

Umat Islam tidak mengambil pelajaran sebagaimana umat Islam terdahulu mampu melakukannya. Mereka mampu menaklukan tipu daya orang-orang Yahudi di Madinah, padahal pada saat itu agama Islam saja tumbuh dan Persatuan Islam baru saja terlahir.
Yahudi dengan kekejian dan makar mereka terus saja menyesatkan umat ini dari agama Islam dan dari Al-Quran. Sehingga banyak sekali umat Islam yang terpengaruh oleh paham-paham mereka. Bahkan, sejarah Negara Indonesia sendiri mempunyai kisah yang menarik tentang hubungan eratnya dengan bangsa Yahudi.

Sesungguhnya telah menjadi sebuah fenomena yang tidak asing lagi terdengar oleh mereka para cendikiawan muslim yang mengetahui tentang agama Yahudi ini. Allah Swt berfirman dalam kitab sucinya pada (Q.S. Al-Baqarah; 120)

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. KaakanlÓah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Demikianlah, banyak sekali dalam Al-Quran dalil-dalil tentang Yahudi ini. Namun akankah kita sebagai umat Islam yang beriman akan diam saja dengan pengaruh-pengaruh mereka ? jawabannya tentu saja ada pada hati nurani kita sendiri.

Bahkan penulis membaca salah satu buku yang berjudul “Remaja Islam berbaju Yahudi” itu bahwa Yahudi ini telah begitu besar memberikan pengaruh ajaran yang mereka bawa ini sehingga para kaula muda dan remaja-remaja saat ini pun terbawa oleh kaum arus mereka, sungguh suatu gambaran yang mengiris hati para hamba-hambanya yang mengharapkan ridho-Nya.

Berbicara Yahudi, adapun kekuasaan Yahudi itu adalah sebagai berikut; kira-kira pertengahan abad yang lalu kaum Yahudi melepaskan hubungan rohani dan masyarakat ghetonya?. Karena mereka mulai mempelajari dan menjalankan kebudayaan negerinya di mana mereka berdiam. Pada akhir perang dunia kesatu, kira-kira tahun 2580?. (1920) bangsa Yahudi berhasil merebut tempat-tempat terpenting baik dalam politik dan dunia pengetahuan. Maupun dalam lapangan kesenian dan kesusastraan. Bahkan boleh dikatakan persurat kabaran yang berada di Eropa telah berada di bawah genggaman bangsa Yahudi baik dalam hal pemimpinnya atau yang membiayainya. Bank besar yang mempengaruhi perdagangan di dunia dan percaturan politik berada pula ditangan Yahudi.

Yahudi betul-betul menggenggam dunia sebagai contoh Negara Indonesia, sudah seberapa besarnya terpengaruhi oleh paham mereka dan tidak bisa tertuliskan berapa banyak pengusaha ataupun orang-orang yang mendukung pergerakan Yahudi tersebut.

Adapula langkah-langkah Yahudi dalam menggoyahkan akidah-akidah umat Islam yaitu di antaranya ialah:
1. Bangsa Yahudi menghimpun seluruh warganya dengan mendirikan beberapa gerakan untuk menghancurkan umat Islam. Dan gerakan yang tebesar ialah gerakan Zionisme dengan beberapa anak buahnya salah satunya Freemasonry.
2. Mereka membuat strategi-strategi yang mahir berdasarkan logika mereka, untuk meracuni jalan pikiran umat Islam sedunia.
3. Mempengaruhi negara-negara besar dimulai dari Amerika, Eropa, Asia, Afrika dan sebagainya.
4. Menjadikan sasaran-sasaran para ulama Islam,remaja, dan para pemuda. Untuk beralih dari ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga mereka tidak memegang teguh syariat Islam.
5. Memporak-porandakan umat Islam dengan pengaruh ketuhanan dan sebagainya, sehingga di berbagai negara terjadi gerakan-gerakan sempalan atau aliran-aliran sesat baik di negara kita, maupun Eropa dan sebagainya.
Adapun masuknya pengaruh Yahudi di negeri-negeri Eropa itu boleh dikatakan sebulat-bulatnya ini menimbulkan pertanyaan. Apakah masuknya pengaruh tersebut hanya kebetulan saja ataukah memang hasil dari hasrat yang telah ditentukan sebelumnya?. Menilik tentang tabiatnya mustahillah jika semua pengaruh tersebut hanya kebetulan saja. Tetapi, jika pengaruh Yahudi itu hasil hasrat yang tertentu, maka timbulah pertanyaan: siapakah yang membuat hasrat itu dan apakah tujuannya? Demikianlah gambaran tentang bangsa Yahudi sekilas, penulis tidak menulis semuanya karena pembahasan Yahudi ini masih terlalu panjang dan selanjutnya penulis akan mengajak anda pada pembahasan apa itu freemasonry serta gerakan-gerakannya.
B. Pengertian Freemasonry.
Freemasonry adalah istilah dalam bahasa Inggris yang juga disebut dengan vijmetselarij dalam bahasa Belanda. Dalam bahasa Arab disebut dengan masuniah sedangkan masunik dalam bahasa urdu dan france adalah masonerie. Vijmetselarij atau Freemasonry terdiri dari dua kata. Secara harfiyah free atau Vri berarti merdeka sedangkan metselarij atau masonry adalah membangun. Sedangkan secara keseluruhan kata itu berarti orang-orang yang sedang membangun atau himpunan tukang batu bebas.

Gerakan freemasonry melibatkan golongan di luar bangsa Yahudi tetapi bertujuan untuk mengangkat derajat orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi Freemasonry duduk dalam pergerakan tersebut sebagai sutradara, sedangkan para pemainnya dari bangsa luar Yahudi.
Pendiri gerakan Freemasonry adalah;
a. Pada masa orang-orang Israel bermukim di Mesir, mereka telah mendirikan beberapa gerakan rahasia berupa gerakan kaum batiniah dan filsafat yang pada akhirnya berubah menjadi gerakan politik pembebasan.
b. Pendirian Freemasonry yang tersusun secara rapi dinisbatkan kepada Prof. Heram dari sor.
c. Pendiri kedua pembaharuan Freemasonry dilakukan pada masa Herod Agrippa I dibantu dua orang penasehat yakni; Heram abioud sebagai pimpinan umum dan Moab leumi sebagai pemegang wasiat rahasia utama.

Pada waktu pendirian adalah pada masa raja Solomon (Nabi Sulaiman As) lebih kurang 900 SM. Dan Freemasonry international bermukim di tempat pemukiman terbesar bani Israel.

Asas freemasonry dinamakan KHOMS KANON. Disamping ada asas tampak, freemasonry asas tak tampak atau tersembunyi. Di antara asas yang nampak adalah Humanisme (Internasionalisme), Demokrasi, Sosialisme, Monotheisme, dan Nasionalisme. Sedangkan asas yang dirahasiakannya adalah Humanisme, Plotisme, Sekularisme, Atheisme, dan Israilisme.

Freemasonry tidak dapat melepaskan diri dari jalan pemikiran dan Isme Yahudi, karena Freemasonry adalah alat Yahudi untuk kemenangan Israel raya. Dan juga menjadi kepanjangan tangan dari Zionisme. Beberapa tujuannya adalah; meratakan jalan persaudaraan berdasarkan asas-asas Freemasonry pada seluruh keanggotaannya, melakukan propaganda lisan tulisan mengenai kebaikan dan kemakmuran, menyerukan kerjasama dalam semua kebaikan dengan tidak membedakan ras, suku, bangsa, dan agama. Freemasonry juga menjadi pelopor pernikahan antar agama agar tercipta persatuan antar pengikutnya sehingga tidak ada lagi egoisme dalam beragama.

Akan tetapi, tersebutkan bahwa tahun 1717 ditandai sebagai tonggak penting perjalanan sejarah Freemasonry di dunia. Pada 24 juni 1717 Freemasonry menjadi oraganisasi nasional dengan mendirikan Grand Lodge Of England.
Adapun tiga tingkatan freemasonry ialah;
1. Freemasonry majelis rendah, Freemasonry Simbolis
2. Freemasonry majelis menengah, Freemasonry Royal (kontrak kerajaan)
3. Freemasonry majelis tinggi, Freemasonry Universal
Perkumpulan Freemasonry berwajah sosial yaitu;
1. Rotary Club, yang menghimpun para ahli dan para usahawan dan asas rotary ini mengutamakan asas humanisme.
2. Lions Club, yang bekerja menarik dana dari masyarakat dan bersaskan Humanisme, menghapus segala perbedaan agama.
3. B’nai Brith Club, yang berusaha keras menghancurkan kekuasaaan Turki utsmani.
Perkumpulan Freemasonry bermuka kebathinan;
1. Qabbalah, yaitu adap istiadat, gerakan ini melahirkan kahin (dukun) yang tersebar diberbagai Negara.
2. Rohiya, yaitu gerakan dalam penelitian ruh.
3. Bahaiah, yaitu yang didirikan oleh Husain Ali Nuri yang bergelar Abdulbaha. Ia mendakwahkan dirinya sebagai inkarnasi dari Tuhan untuk menyatukan semua agama di dunia ini.
4. Teosofi, tidak mengakui adanya rosul, neraka, surga dan sebagainya.

Adapun gerakan Freemasonry baru adalah; Rotary dan Lions yang bergerak di bidang sosial keagamaan.

Sebagaimana gerakan-gerakan yang lainnya, Freemasonry khususnya Internasional memiliki 10 program yang dinamakan Harar atau Satanim. Berlambangkan gurita berkaki sepuluh, ular berkepala sepuluh dan hantu penerkam berkuku baja. Dan sepuluh program tersebut adalah;
1. Tahkim, yaitu merusak ajaran yang ada, dengan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal merombak akidah dengan mempertigakan Tuhan (Trinitas) dsb.
2. Shada, yakni membentuk agama baru sebagai agama tandingan di seluruh dunia
3. Parokim, yani membuat suatu gerakan yang bertentangan untuk satu tujuan, membangkitkan khurafat agama dan menyiarkan teori Sigmund freud dan Darwin sehingga antar agama dan ilmu pengetahuan bersaing kalah mengalahkan.
4. Libarim, yakni melenyapkan etika klasik yang mengekang pergaulan bebas muda-mudi termasuk melalui penyebaran kebebasan seksual, persamaan hak antara perempuan dan laki-laki, dalam hal kedudukan waris dan berpakaian.
5. Babill, yakni memupuk asas kebangsaan setiap bangsa dan menjaga kemurnian bangsa Yahudi.
6. Onan, yakni mengekang pertambahan keturunan bangsa Goyim.
7. Protokol, yakni khusus untuk program Yahudi dalam Suhuniyah (Zionisme)yang dimulai dengan pengantar protokol.
8. Gorgah, yakni untuk merusak para pemimpin Negara, agama, dan partai mereka harus dijerumuskan ke dalam pasar seks dengan segala cara.
9. Plotisme, mendidik alim ulama plotis yang terombang-ambing pahamnya
10. Qornun, memberi dana bagi pendidikan agama dalam hal bertani, dsb.

Begitu hebatnya Yahudi dengan jaringan-jaringan gelapnya, sehingga salah satu jaringan gelap Freemasonry adalah yang telah mengakar berabad-abad. Dapat mempengaruhi golongan Islam yang dari kalangan intelektual, menengah, atas, bawah, muda-mudi, bahkan anak-anak. Dan tidak ada satu titik pembuktian umat Islam yang nyata dalam menghadapi bahayanya gerakan-gerakan mereka dengan pangaruh-pengaruhnya.

Pada pembahasan di atas penulis menuliskan pengertian Yahudi, Freemasonry sebelum kita memasuki gerakan Zionisme, karena ketiga pembahasan ini sangatlah erat hubungannya.

Sebenarnya banyak yang ingin penulis tuliskan lebih lanjut tentang pembahasan ini. Akan tetapi akan memakan waktu yang lama oleh karena ini pada pembahasan freemasonry ini sekilas gambarannya seperti di atas. Jika kaum Yahudi dengan Freemasonry dapat mempengaruhi umat islam? Mengapa umat Islam tidak mencoba mempengaruhi mereka dengan akidah Islamiyahnya? kembali lagi jawabannya ada dalam hati nurani kita masing-masing. Selanjutnya penulis akan mengajak anda sekalian ke dalam pengertian; apa Zionisme itu? Dan bagaimana pengaruhnya terhadap Islam?
C. Pengertian Zionisme
Seperti yang telah kita ketahui pada awal bab pendahuluan dijelaskan bahwa untuk mempersatukan Yahudi sedunia, Thedore hertizel pada tahun 1894 mendirikan “gerakan zionis” yang telah dirintis sejak tahu 1717 oleh tokoh-tokoh Yahudi Perancis.

Gerakan Zionis bersemboyan; “Satu bangsa ialah bangsa Yahudi, satu bahasa ialah bahasa Yahudi, dan satu tanah air adalah tanah air bangsa Yahudi”. Tanah air Yahudi berpusatkan digunung Zion serta lambang Zion adalah Bintang Daud.

Adapun pemahaman utama kaum Zionis adalah bahwa alternatif satu-satunya untuk permasalahan Yahudi adalah kembalinya Yahudi ketanah air Israel (Palestina) dengan mendirikan Negara Yahudi. Untuk menempuh hal itu, perlu dilakukan hijrah besar-besaran dari berbagai penjuru dunia ke tanah air Israel.

Ada perbedaan pendapat dua kubu yang sangat besar dalam pergolakan zionisme pada masa itu, yaitu kubu pertama yang merupakan pengagum Hertizel lebih memprioritaskan berdirinya Negara Israel raya di tanah Palestina apapun yang terjadi. Sementara golongan Yahudi lebih berkonsentrasi pada pembentukan masyarakat Yahudi dengan konsentrasi hijrahnya bangsa Yahudi ke tanah itu dan kemudian dengan sendirinya akan membangun Negara Yahudi yang kuat. Jadi untuk mendirikan Negara Israel tidak perlu memakan kekuasaan palestina.
Dalam pemikiran kaum Zionisme ada beberapa pemikiran diantaranya adalah:
1. Shintetic Zionism,
Golongan ini berpemahaman “Taufiqiyyah” yaitu berangkat dari pertentangan kaun zionis antara pemikiran politik dan praktek sosial. Pertentangan ini distimulasi dari pandangan dan usaha Hertizel yang menyatakan bahwa masalah Yahudi/Israel bukanlah masalah sosial ataupun agama, tetapi murni masalah politik. Gelombang pemikiran ini merupakan gabungan dari pertentangan pendapat tadi. Yang menekankan segala isu untuk kemaslahatan.

2. Labour Zionism
Madzhab Zionism ini memiliki pendapat yang hampir dekat dengan pemikiran Karl Mark, pemikir sosialis yaitu menitik beratkan pada persoalan bahwa masalah Israel itu adalah hanya sebatas masalah ekonomi. Bukan politik, agama dan lain-lain. Maka dalam konsentrasi geraknya pun komunitas zionis harus menempatkan prioritas ekonomi (menjadi nomor wahid) di atas yang lainya. Dan pemahaman ini didukung oleh dua partai Israel yang terkenal yaitu partai buruh, dan partai Mabai (yang didominasi oleh kaum fundamentalis kanan).

3. Revisionist Zionism,
Pemahaman ini dipelopori oleh Vladimir Gabotenski, golongan ini adalah pengagum berat pandangan Weizman yang pemahamannya tidak terakomodasi oleh pemahaman para Zionis yang lain, timbulnya pemahaman ini akibat dari ketidakpuasan pengagum Weizman yang berbeda dengan Ben Gonon dalam masalah kedekatan hubungan timbal balik Israel Inggris. Penganut paham ini adalah paham kaum fundamentalis kanan.

4. Cultural Zionism,
Pemahaman ini adalah pandangan zionisme modern. Cenderung tidak sependapat dengan Hertizel. Maka mereka lebih memahami masalah Yahudi bukan lagi masalah politik ataupun ekonomi tapi masalah kurangnya kesatuan antara kaum Yahudi itu sendiri. Dan sama seperti yang lainnya, solusi untuk mengarahkan kearah itu adalah dengan mendirikan Negara Israel sebagai kekuatan politik kaum Yahudi.

5. Tentorig Zionism
Pelopor pemahaman ini adalah Zenzuel orang Yahudi Inggris. Pemahaman ini berbeda dengan isme-isme Zionis lain, faham teritorial Zionisme ini lebih menekankan bahwa yang sebenarnya layak untuk dijadikan Negara Israel adalah di daerah Afrika Timur yaitu daerah Uganda. Mereka berpikir logis, karena sampai kapanpun bila mendirikan di negara Palestina maka tidak akan pernah damai dengan Bangsa Arab.

6. B.I-Nationalism
Adalah faham yang dipelopori oleh Vladimir Gabotensky juga, tahun 1922. pemahaman ini lahir pada Fatroh pembentukan Negara dengan peran Inggris sebagai pembantu yang paling menentukan sekali. Pemahaman ini adalah angin segar bagi kaum Yahudi dalam pemahaman politik antar warga Negara Yahudi.
Proklamasi Negara Yahudi ini pun merupakan rentetan panjang dan usaha kaum Yahudi dengan zionismenya apalagi dalam dunia barat dan berbagai negara lainnya, bahwa gerakan zionisme ini sudah memberikan suatu kejutan bagi umat Islam diseluruh dunia.

Menurut Lilienthal, ada berbagai cara yang ditempuh Zionis Israel untuk mengacaukan citra Islam dan ajarannya melalui berbagai media masa yang dikuasainya. Di antaranya;
1. Mengeskspose stereotype masyarakat muslim di Timur Tengah sebelum terjadinya krisis Arab-israel.
2. Memanfaatkan perasaan bersalah dunia barat terhadap penindasan dan pembunuhan kaum Yahudi di Jerman oleh Hitler.
3. Mengeksploitasi perasaan benci terhadap dunia arab dengan embargo minyaknya yang secara ekonomis menimbulkan kerugian masyarakat barat atau kenekatan Iran yang menyandra warga AS dalam usaha menegakkan republik Islam Iran.

Menurut bangsa Yahudi ini, bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan tuhan, maka ambisinya besar sekali demi menciptakan Israel raya di tanah Palestina.

Jika kita perhatikan dengan baik, keberadaan Negara Israel yang merupakan perjuangan lama dari bangsa Yahudi yang berhasil mendobrak dunia dengan gerakan Zionismenya sejak tahun 1948 menarik disimak oleh masyarakat dunia. Begitu pula jika dikaitkan dengan gerakan Zionisme (Yahudi) ini terhadap Islam sedah bukan suatu pertanyaan lagi akan tetapi realita fakta yang cukup tersebar, dan terlihat di mana-mana, mereka dengan begitu kuatnya (Bangsa Yahudi) dengan aliran-alirannya baik Yahudi, Freemasonry, ataupun Zionisme karena pengaruh mereka yang sanggup memporak-porandakan akidah-akidah umat Islam. Maka dari itu umat Islam harus waspada terhadap pola-pola kegiatan Zionisme yang baru ini. Apa pola baru gerakan Zionis khususnya dinegera Indonesia? tentu saja belum kita ketahui pasti. Tetapi waspadalah terhadap segala aksi adu domba, isu pemecah belah dan segala macam isu yang menggoncangkan umat Islam. Mereka pandai menanamkan tebu di bibir, bicara tentang demokrasi, walau punya sikap yang tidak demokratis. Dan para cendikiawan Islam wapadalah terhadap pancingan uang dan publisitas. Mereka tidak akan pernah puas sampai kita mengikuti kehendak mereka. Begitulah firman Allah Swt (Q.S. Al-Baqarah; 120).

Umat Islam saat ini harus mempunyai beberapa cara untuk mencoba terhindar dari bahaya pengaruh gerakan Zionisme ini salah satunya dengan membersihkan iman dan akidah dari berbagai kotoran syirik Ideologi yang diciptakan oleh kaum Zionis, karena tujuan dari Zionisme sendiri adalah membentuk Negara Bani Israil yang meliputi seluruh daerah Palestina, Syiria, Libanon, sebagian Mesir, bekas koloni Yahudi (Madinah, Khaibar, dan sekitarnya, bekas kerajaan Saba di Yaman dan tanah leluhur Abraham (Negri Urbabil dan sekitarnya di Irak berdasarkan wasiat para hakam (pemimpin agama)) juga mempengaruhi keyakinan-keyakinan umat Islam agar tergoyahkan dengan pergerakan Yahudi (zionisme).

Demikianlah pembahasan Zionisme ini sama seperti halnya pembahasan tentang Yahudi/Freemasonry, penulis sebetulnya ingin membahas lebih lanjut akan tetapi dikarenakan proses yang lama hal itu tidak dapat di realisasikan. Selanjutnya penulis akan mengajak anda pada pembahasan terakhir yaitu pengaruh-pengaruh faham Zionis yang mereka buat untuk menghancurkan akidah umat Islam.

D. Pengaruh Paham Yahudi dalam Membuat Menghancurkan Akidah Umat Islam.
Dari Abi Sa`id r.a Rasulullah bersabda “kamu sekalian akan mengikuti jejak-jejak orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka masuk kelubang biawak niscaya kamu mengikuti jejaknya itu .”kami bertanya :“Ya Rasulullah, orang Yahudi dan nashrani kan?” jawab nabi saw “Maka siapa pula ?” (jika bukan mereka). (H.R.Bukhari)

Dari kutipan hadist riwayat Bukhari di atas, maka bisa disimpulkan bahwa siapa lagi yang diikuti selain jejak Yahudi /Nashrani ? Jika bukan mereka siapa pula?

Tentu jawaban seorang muslim adalah, saya mengikuti perintah Allah dan jejak para Rasulnya,maka dari itu di sinilah peranan kewaspadaan/berhati-hati sangat penting bagi umat Islam, karena janganlah sampai umat Islam terbelenggu akan pengaruh-pengaruh mereka. Amin.
Akan tetapi sudah menjadi suatu fakta bahwa kami umat Islam sudah ikut terpengaruh oleh ajaran-ajaran mereka yaitu bangsa Yahudi baik dengan gerakan-gerakannya seperti : Zionis, dan freemasonry dsb. Pengaruh-pengaruh paham bangsa mereka denan cepat kilatnya berhasil membuat hancurnya akidah umat Islam.

Sebagai contoh adalah pada pembahasan kali ini, yaitu penulis akan menuliskan beberapa contoh pengaruh-pengaruh ajakan mereka yang dikutip dari referensi buku “Parasit Akidah”yaitu sebagai berikut :
Pengaruh –pengaruh ajaran Yahudi di antaranya :
1. Membangun kuburan
Hal ini adakalnya dilakukan oleh kebanyakan umat Islam khususnya di Indonesia, kalau kita melihat ke berbagai pemakaman di beberapa tempat, sudah tidak asing lagi pemandangan yang menunjukkan tentang kuburan-kuburan yang di buat megah seperti gedung mewah, juga dengan membaca Al-Qur`an, dzikir, shalawat di atas kuburan itu. Sungguh semua itu sudah jelas bertentangan dengan ajaran Islam : Al-Qur`an, As-Sunnah/al-Hadist, akan tetapi mereka mempunyai berbagai alasan yang menurut orang yang betul-betul tidak terpengaruh adalah pemikiran itu sangat tidak logis sehingga umat islam banyak yang mengikuti ajaran-ajaran Yahudi ini.
2. Menjual barang haram.
3. Dongeng Israiliyat ada yang disadur menjadi dongeng Israil ada juga yang semata-mata hanya untuk menghina nabi-nabi.
4. Bersumpah dengan menjunjung Al-quran.
5. Mengadakan ulang tahun untuk peristiwa-peristiwa yang dianggap penting.
6. Berkerudung dengan selembar kain.
7. Berpakaian hitam ketika keadaan di timpa musibah.
8. Memakai cemara sambungan rambut.
9. berdoa sambil mengucapkan “ya Allah ya Rosulullah, kabulkanlah duaku ini”
10. Mengamalkan bid’ah.
11. Menafsirkan Al-quran dengan cara ra’yu sebagaimana menafsirkan Taurat.
12. Berpantang pada hari sabtu.

13. Mengamalkan dan mempercayai hadits palsu Yahudi.
14. Mengharamkan dan menghalalkan sesuatu bukan dengan dalil

melainkan dengan pikiran.
15. Istilah Nabi Besar.
16. Benar menurut orang yang banyak bukan menurut Al-Quran dan As-Sunnah.
17. Sambutan setelah khutbah Iedul Fitri dan Iedul Adha.
18. Upacara Tabut.
19. Menikahkan perempuan yang tengah hamil.
20. Membiarkan penyimpangan-penyimpangan dalam agama demi keutuhan dan kesatuan bangsa
21. Mencampurbaurkan ajaran agama dengan adat istiadat dan kepercayaan jahiliyah.
22. Mendewa-dewakan alim ulama.
23. Berdiri menghadapi ruh seseorang.
24. Mengikuti upacara agama lain.
25. Menghalalkan riba.
26. Pergaulan bebas.
27. Melarang pentafsieran al-Quran.
28. Menggunakan beberapa lambang yahudi.
29. Serita tentang mahdi.
30. Meniup terompet (nafiri).
31. Dalam pesta, laki-laki memakai pakaian perempuan begitupun sebaliknya
32. Ketika kaum Yahudi mendengar adzan di masjid mereka melirik kepada kaumnya lalu mengusap mata dengan kedua jarinya.
33. Mempersukar dalam peribadahan. Memperbanyak binatang-binatang dan perkara mubah yang diharamkan, memperbanyak pembatalan sebagaimana ketika shaum dsb.
34. Menerima, dan mengamalkan faham Yahudi Freemasonry dan Zionisme.

Demikianlah pengaruh-pengaruh serta paham-paham mereka terhadap goyahnya akidah umat Islam terutama dizaman modern seperti ini. Itu semua telah melekat di hati para umat Islam kecuali beberapa orang saja yang tidak terpengaruh dan yang masih berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah, padahal telah diketahui, kitab suci kita Al-Qur’annul Karim telah banyak menceritakan dalil-dalil tentang kebiadaban-kebiadaban mereka. Akan tetapi dimanakah sanubari seseorang muslim yang mencari ridhoNya ? Sungguh fenomena yang menyedihkan, membuat hati menangis karena melihat keadaan saat ini yang begitu mudahnya Islam dijajah Yahudi, kini akankah semua itu berakhir? Wallahu ‘alam.

Kita sebagai umat Islam sudah sepantasnyalah berazzam dalam hati agar berusaha dan berdo’a untuk Islam supaya tidak terpengaruh dengan paham-paham Yahudi, Zionis ini. Karena itu semua adalah perjuangan yang sangat diharapkan oleh sang pencipta dari diri kita. Maka dari itu berusaha berjihad demi menegakkan syariat Islam serta melawan kebiadaban-kebiadaban Yahudi dengan gerakan-gerakannya yaitu; Freemasonry dan Zionisme ini harus kita laksanakan karena itulah yang didambakan oleh hati sang pejuang islam dan senantiasa mengharap ridho Allah Swt. Amin.
“Sesungguhnya di balik cinta, ketenangan dan memilih keselamatan terdapat runtuhnya cita-cita, hinanya jiwa rendahnya kemauan dan lari dari pertarungan itulah tulisan kutipan dari Sayyid Qutub seorang pendiri Hamas Palestina yang syahid demi membela agama yang hak ini”.
Maka bagaimana dengan kita di sini? Bisakah kita peduli berjuang menahan nafsu keinginan? Untuk tidak memperkaya musuh-musuh anarki ?…….
Hanya kepadaNyalah kita berserah diri semoga kita selalu dijadikan hamba yang selalu berada dalam lindunganNya serta terbebas dari pengaruh bangsa yahudi, khususnya; Freemasonry dan Zionisme ini.

E . Upaya umat Islam dalam menangkal pengaruh Yahudi.
Sebagai umat Islam yang betul-betul beriman kepada sang pencipta, sudah seharusnyalah kita memiliki penangkal-penangkal jitu dalam menghadapi pengaruh yahudi baik itu gerakan Zionismenya ataupun Freemasonry. Karena walau bagaimana pun umat Islam harus memeiliki ghiroh jihad yang tinggi serta berusaha melawan berbagai macam pengaruhnya, dan diantaranya adalah:
1. Menjaga citra kemurnian agama Islam dengan tidak terpengaruh ajaran-ajaran mereka.
2. Berpegang teguh kepada Al-Quran dan As-Sunnah.
3. Mencari, menghafal, serta mengamalkan dalil-dalil Al-Qur’anul Karim juga, mencari hadits shahih guna menambah senjata umat Islam.
4. Mengazzamkan diri, yaitu adanya rasa semangat yang membara untuk menegakkan kalimat-kalimat Allah Swt di muka bumi ini demi, menjungjung syariat-syariat ilahi.
5. Kuatkan hati, teguhkan iman, berhati-hati dalam memilih teman seperjuangan, keikhlasan, serta rasa cinta yang begitu besar kepada Allah SWT dsb.
6. Mengidolakan Rasulullah saw sebagai Nabi terakhir umat islam juga, menjadikannya sosok figur yang patut dikagumi sebagai pejuang islam utusan Allah Swt.

Demikianlah beberapa upaya-upaya yang dapat dilakukan umat Islam agar tidak terpengaruh oleh pengaruh Yahudi dan sebangsanya. Sebetulnya jika ingin dituliskan semuanya, itu sampai dapat dijadikan beberapa halaman bahkan menjadi satu buku. Maka penulis sengaja hanya menuliskan beberapa saja, sebagai bahan gambaran untuk mengajak para pembaca, ataupun umat Islam agar bersama-sama dapat berupaya dalam menangkal pengaruh-pengaruh bangsa Yahudi ini.
“Tiada kata seindah do’anya para pejuang Islam, tiada lantunan seindah lantunanya ayat suci Al-Qur’an”.
Maka di zaman yang semakin kian hari bertambah modern hendaklah dilalui dengan masa-masa semangat tampil sebagai syuhada, masa-masanya mencari ilmu yang bermanfaat baik didunia maupun akhirat, serta masa-masanya melawan musuh-musuh Islam, salah satunya pengaruh Yahudi.

Segala pengorbanan dilalui dengan keikhlasan semata-mata mengharap mengharap ridhoNya, karena ampunanNya serta kemurahanNya sangat berarti bagi umat islam yang mengharapkan sugaNya yang kekal abadi.

Dengan segala rasa hormat seorang hamba pada sang pejuang Islam, maka menjadi syuhadaNya sangat hamba rindukan. Hamba akan berusaha penuh serta berdo’a sampai titik darah penghabisan untuk tidak terpengaruh paham-paham kaum kafir, serta akan selalu mengharap ridhoNya. Amin.

SUMBER REFERENSI

1. A. D. El-Marzdedeq. Parasit akidah. Bandung : Yayasan Ibnu Ruman.
2. A. D. El-Mazdedeq. 2005. Jaringan gelap freemasonry. Bandung.:PT. Syaamil Cipta Media.
3. Herry Nurdi. 2005. Jejak freemason dan zionis di Indonesia. Jakarta: Cakrawala Publishing.
4. Maqzuq, Ilham, M. 2005. Remaja islam berbaju yahudi. Bandung : Mujahid Press.
5. Romli Usep, Setiyadi Achmad, Zainurrofiq. 2003. Zionis Israel dibalik invasi ke Irak. Bandung:Mujahid Press.
6. Ridwan Sardi, Rizqi Ridyasmara. 2006. Fakta dan data yahudi di Indonesia. Jakarta:Khalifa.
7. Sayyid Qutub. 2005. Melawan kebiadaban Yahudi. Bandung : Dar Asy-Syuruq.

Iklan

Penulis:

Aku ingin punya ruang yang cukup tuk ekspresikan semua ide dan gagasanku untuk berbagi dengan yang lain. Di sinilah ruang itu...

2 tanggapan untuk “GERAKAN ZIONISME (YAHUDI) TERHADAP ISLAM

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s