Mesjid LauTze 2, Penggagas Rumah Mu’allaf

Mesjid LauTze 2, Penggagas Rumah Mu’allaf

“Tuh, orang China juga punya mesjid!” begitu seloroh seorang Tionghoa non-muslim bersama rekannya yang orang Batak ketika berjalan melewati Mesjid Laotze 2 yang terletak di Jl. Akip Prawirasuganda (Tamblong) No. 27 Kel. Braga RT 04 RW 06 Kec. Sumur Bandung. Seolah memiliki kebanggaan tersendiri melihat mesjid yang begitu bernuansa oriental. Meskipun ia sendiri bukan seorang Muslim.

Suasana unik dan kesan berbeda begitu terlihat ketika memasuki areal Mesjid LauTze 2. Ya, LauTze. Dari namanya yang unik – tidak seperti nama mesjid pada umumnya yang menggunakan bahasa Arab – maka tidak salah lagi mesjid LauTze merupakan mesjid yang didirikan oleh komunitas Tionghoa Muslim. Dengan ornamen eksterior kental nuansa oriental khas China dan merah marun yang begitu mencolok saat memasuki mesjid.

Mesjid tersebut tampak seperti ruko biasa jika tanpa kubah mesjid berwarna merah. Tampak di sampingnya ada sebuah toko kecil bernama “Toko LauTze”.

Mesjid LauTze 2 memang mesjid Tionghoa Muslim yang merupakan cabang dari Mesjid LauTze pusat yang berada di Jl. Laotze daerah pecinan (pusat pemukiman etnis Tionghoa) Jakarta. Jadi, jika ditelusuri mengapa mesjid ini dinamakan LauTze? Jawabannya merujuk pada nama jalan lokasi mesjid pusat yang sudah berdiri sebelumnya di Jakarta. Bukan berasal dari LauTze itu sendiri. Karena, LauTze yang dikenal karena kearifannya ini merupakan tokoh filsuf China yang menyebarkan ajaran Tao atau Taoisme.

Terletak di tengah kota dan berada di antara perkantoran dan perhotelan, mesjid LauTze 2 bagaikan oase di tengah padang yang gersang. Sehingga Muslim yang sholat di mesjid tersebut tidak hanya dari kalangan etnis Tionghoa, namun pribumi yang notabene warga sekitar Kel. Braga dan  pegawai perkantoran serta orang dalam perjalanan yang singgah untuk menunaikan sholat.

Pada awalnya bukanlah dibangun untuk tujuan rumah ibadah. Akan tetapi hanya sebagai pusat informasi Islam dan wadah silaturahmi Muslim etnis Tionghoa, khususnya yang berada di kota Bandung. Namun, seiring bergulirnya waktu, banyak kegiatan ta’lim yang dilakukan dan banyak orang yang ikut sholat di yayasan tersebut. Terbentuklah inisiatif untuk mendirikan sebuah mesjid. Akan tetapi, hingga kini mesjid tersebut masih berstatus alih sewa, yang artinya belum dimiliki secara penuh oleh DKM mesjid. Dikarenakan berbagai permasalahan yang timbul dari aspek pertanahan. Meskipun demikian, mesjid tersebut sangat diapresiasi  oleh masyarakat sekitar  khususnya yang tinggal di Kel. Braga.

Mesjid LauTze diprakarsai oleh Yayasan Haji Karim Oei (YKHO) pada Januari 1997. Sedangkan yayasannya sendiri sudah berdiri terlebih dahulu di Jakarta pada 1991.  Haji Karim Oei bisa dikatakan sebagai founding father Mesjid LauTze 2. Beliau merupakan tokoh Tionghoa Muslim yang dikenal sebagai pebisnis sukses juga sempat menjadi konsultan Muhammadiyah di Bengkulu pada 1930. Kepengurusan YKHO dilanjutkan oleh anaknya, Pa Ali Karim Oei bersama Yunus Yahya. Begitu penuturan ci Sendy Yuli (34), selaku bendahara Yayasan Haji Karim Oei.

Pemasukan untuk mesjid hingga saat ini dikelola penuh oleh yayasan dengan mengandalkan kencleng mesjid – sedekah jariyah – dan toko LauTze, yang diharapkan menjadi embrio pengembangan usaha finansial secara mandiri.

Menurut keterangan M. Syarief Abdurrahman, S.Ag – selaku Ketua DKM Mesjid LauTze 2 – yang ditemui siang (02/10) lalu, Mesjid Lautze memiliki berbagai kegiatan untuk para mu’allaf. Di antaranya Belajar Al-Qur’an Mudah (BAM) yang merupakan kerjasama dengan Al Bana Training Centre. Juga pengajian rutin yang diselenggarakan setiap Ahad Pkl. 08.30 – 10.30 WIB. Selain itu, Ustadz muda bernama asli Ku Khie Fung ini menuturkan, LauTze Management Centre (LMC) baru-baru ini menerbitkan majalah bulanan yang bernama “Qum!”, nama majalah tersebut diambil dari Al-Qur’an Surat Al-Mudatsir ayat 2 yaitu “Qum Faandzir!” (Bangunlah! Lalu berilah peringatan!).

Sejak 1999, mu’allaf yang sudah dibina berjumlah 100 orang. Mu’allaf pertama yang dibina pada 27 September 1997. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), Tionghoa Muslim yang berada di Bandung sekitar 8.000 orang.

Mengenai pembinaan mu’allaf, mua’allaf yang mengucapkan dua kalimat syahadat di Mesjid LaoTze tidak cukup hanya disambut dengan simpati. Akan tetapi, benar-benar didampingi dan dibantu secara personal, ruhiyah, sekaligus finansialnya. Karena, tak jarang dari sekian banyak Tionghoa Muslim yang menghirup nafas Islam (mu’allaf) diperlakukan dengan kasar oleh keluarga besarnya mulai diintimidasi secara fisik maupun psikis, bahkan di-“embargo” secara ekonomi.

Berangkat dari problematika para mu’allaf itulah, Ketua DKM Lautze 2 ini sejak beberapa bulan terakhir merancang terbentuknya “Rumah Mu’allaf”. Tentu saja dia bukan orang pertama yang menggagas solusi untuk mu’allaf ini. Karena sebelumnya Ir.H.Surya Madya beberapa tahun silam juga menggagas “Rumah Singgah Mu’allaf” di Jakarta.

“Rumah Mu’allaf” yang nantinya berada di bawah lembaga Lautze Management Centre(LMC)  ini, menurut rencana yang digagas Syarief, para mu’allaf akan dikuatkan aqidahnya, dibina lahir batinnya, diberi pembelajaran tentang dunia keislaman, dan berkaitan dengan masa depan kehidupan duniawinya yang sempat ter-“embargo”.

Itulah sebongkah gagasan cemerlang yang kini terus digodok, dimatangkan, dan kemudian segera direalisasikan. Semestinyalah dengan munculnya gagasan dan rencana solutif ini bak gayung bersambut di seantero persada. Kalangan aktivis Islam, ulama, cendekiawan Muslim, hartawan (aghniya), dan siapa pun yang peduli terhadap saudara-saudaranya seiman, seharusnya terpacu untuk bangkit menyingsingkan lengan, bahu-membahu demi tegaknya syi’ar Islam di bumi Allah, khususnya di bumi Indonesia tercinta ini.***(Wilda, Ratna, Tita)

Dimuat oleh Jurnal Pos, sebuah media kampus Himpunan Mahasiswa Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s