.:RASA:.

R-A-S-A


Manis, asin, asam, pahit, dan pedas. Itu adalah rasa yang dirasakan oleh indra bernama lidah. Indah, cantik, buruk, jelek. Mata dapat langsung menilai ketika melihat sesuatu yang menimbulkan rasa.

Terlebih, rasa yang dirasakan oleh segumpal daging bernama HATI. Bosan, senang, sedih, marah, kecewa, dan bahagia. Itulah rangkaian rasa yang selalu dirasakan oleh hati.

Sekarang, pertanyaannya adalah… Apakah rasa bisa dijabarkan? Apakah rasa bisa dideskripsi? Apakah rasa bisa dijadikan disertasi?

Hm.. Jangankan diungkapkan lewat lisan. Dijelaskan panjang lebar pun, rasa itu tak pernah dirasakan secara utuh. Kecuali, merasakan RASA itu sendiri.

Beruntunglah manusia yang masih bisa memiliki RASA. Artinya, ia masih memiliki hati dan nurani. Rasa begitu penting bagi hidup ini. Terlebih, yang terpenting merupakan sikap kita terhadap rasa itu. Jangan sia-siakan rasa yang kau rasakan.

Ada rasa cinta, rasa amarah, bahkan rasa kekecewaan. Itulah dinamika hidup. Tanpa rasa. Hidup ini tak bermakna. Hanya mengalir tanpa riak yang muncul. Tanpa makna.

Syukurilah kau masih bisa merasa kecewa. Itu bisa mengajarimu arti bahwa hidup tak selalu mulus dirasa. Ada kalanya hati harus menjadi korban. Tak apa. Di depan sana rasa bahagia telah melambaikan tangannya padamu. Jangan menunggu untuk bahagia. Tapi, rasakan bahagia itu saat ini juga!

Betapa bahagianya memiliki serangkai rasa anugrah dariNya. Hargai dan sikapi RASA yang kau rasakan. Niscaya hidup yang dijalani dan rintangan yang dilalui terasa bermakna…

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s