Menghitung Bintang

Menghitung Bintang

Sahabat, ingatkah masa itu? Saat kita duduk bersama ditemani semilir angin malam yang berhembus tanpa henti. Kau dan aku tengadahkan wajah ke langit malam yang begitu kelam. Di atas sana, bintang-bintang terlihat kerlap-kerlip indah. Kita tertawa bersama. Duduk berdampingan, memeluk lutut seraya menahan hawa dingin yang menusuk epiderma kulit. Namun, kita tak bergeming. Masih saja bertahan menghitung bintang-bintang di malam itu.
Malam telah begitu larut. Kita masih bercengkrama ceritakan kisah persahabatan kita. Semua kisah yang takan terulang untuk kedua kalinya.
Episode itu masih kau ceritakan dengan penuh semangat. Dan masih saja, kau dan aku memandang langit malam yang indah. Kau tunjuk satu bintang yang diliputi awan malam yang begitu kontras. “Coba tebak, bentuknya seperti apa??” Aku tersenyum, seperti dedaunan. “Bukan, itu gajah!” Kita pun tertawa lepas bersama… Ah, semua itu masih terekam dalam memoriku. Tak dapat terhapus walau ku-format sebagian memori ini.
Sahabat, kini semuanya berlalu sudah. Walau kita terpisah ruang dan waktu, bintang-bintang itu masih setia menemani malam. Kau dan aku begitu jauh. Hanya aku sendiri di sini yang mengenang satu bintang yang kau tunjuk pada masa silam. Malam ini kupandang wajah langit lekat-lekat. Ada bayangan persahabatan kita. Aku disini, kau disana. Tapi aku begitu yakin, kita tengah memandang langit dan bintang-bintang pada saat yang sama. Semoga sehat selalu sahabat, aku begitu merindukanmu, merindukan episode persahabatan kita… 🙂



Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s