Mencintai Proses

Ada sesuatu yang membuatku berat dalam menjalani hidup ini. Hidup tanpa cinta. Percaya atau tidak, tanpa cinta hidupku menjadi hampa. Cinta dalam arti sejati. Cinta dalam arti pengorbanan terhadap segala hal. Saat ini yang kubutuhkan adalah cinta akan proses hidup. Bukankah hidup ini memang sebuah proses dalam perjalanan menuju negeriNya. Kampung abadi. Akhirat yang hakiki.

Pada dasarnya, manusia sangat bergantung pada hasil. Padahal, hal itu bukanlah sebuah pilihan yang bijak. Bukan mustahil, demi hasil yang optimal atau hasil terbaik, proses yang harus dilalui tak dilakukan dengan tulus ikhlas. Bahkan, menghalalkan segala cara untuk hasil memuaskan. Mengabaikan pentingnya proses.

Banyak mahasiswa yang ingin cepat meraih gelar sarjana dengan cara “instan”. Tanpa bersusah payah menjalani proses sebagaimana mestinya. Banyak pejabat yang ingin segera bertahta dalam kursi kekuasaan dengan segala strategi tipu daya menjatuhkan lawan. Karena apa? Karena mereka berpatokan pada hasil.

Sungguh, aku ingin mencintai proses sebenar-benarnya. Tapi, bukan dalam arti “gila” proses atau gila kerja (workaholic). Aku ingin mencintai proses karena Allah. Agar senantiasa kugantungkan harapan padaNya. Segala liku dan aral melintang dalam proses yang kujalani membuatku mengerti apa itu tegar, agar buatku paham apa itu ujian keimanan sebagai hambaNya.

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s