Catatan Diri

Monoton…

Waktu bergerak melesat cepat. Seiring pergantian siang dan malam, manusia terus beraktivitas tanpa henti, saat tidur pun, metabolisme tubuhnya terus beraktivitas dengan jutaan sel yang terus berganti setiap hari. Manusia terkadang disibukkan oleh rutinitas yang itu-itu saja, bahkan yang lebih menyedihkan disibukkan dengan hiburan dan sedikit pekerjaan bermanfaat, hidupnya hanya berlalu tanpa makna dan raganya beraksi tanpa esensi. Itukah arti hidup sebenarnya? Monoton tanpa makna…

Seperti aku. Aku sungguh sangat tak nyaman dengan hidup yang kujalani. Bukan apa-apa, aku memang tak ingin hari-hari yang kulalui berlalu begitu saja tanpa meninggalkan segenggam kisah yang berharga dan bermakna. Aku ingin setiap detik terasa berharga dihadapanNya. Saat aku dijerat oleh rutinitas, aku tersadar dari khilafku, kulakukan setiap tugas dan kewajiban dari beberapa peran. Peran sebagai mahasiswa dengan sekumpulan rutinitas akademik yang terus meningkat. Peran sebagai anak yang mesti berbakti dan mengabdi sepenuhnya pada orangtua, peran sebagai kakak yang bisa membimbing adik-adiknya dan menjadi teladan yang baik. Dan peran-peran lain yang tak bisa diremehkan. Serta tentunya peran sejati yang telah Allah berikan kepada manusia – sebagai khalifah di muka bumi ini.

Kadang aku malu terlalu banyak mencurahkan keluh kesah atas peran-peran yang kujalani. Seringkali luput dari syukur atas banyak nikmat yang telah Dia beri untukku. Astagfiruka Ya Rabbi…

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s