Berlalu tanpa Makna

Berlalu tanpa Makna

Matahari telah terbenam di langit senja. Hari telah berlalu lagi untuk kesekian kali. Kumandang adzan maghrib telah mengajak diri untuk bersimpuh di hadapan Illahi. Namun terkadang jemari tak berkutik, ia “setia” menjentikkan diri di atas keyboard lalu sibuk bercengkrama dalam area maya, berkomentar ria di Facebook dan asyik chatting hingga tanpa sadar adzan Isya telah tiba. Namun, ia masih saja berjibaku dengan “tuhan” kesayangannya. Seakan terpenjara tak bisa lepas dari genggaman “tuhan” bernama teknologi.

Mengapa semua seolah dibiarkan berlalu…?

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s