Toksin Sembilan Senti

Billboard besar di jalan Asia-Afrika berkelap-kelip dan menyala, secara atraktif menampilkan iklan rokok dengan gaya ciri khas anak muda. Rokok dan iklannya memang selalu identik dengan wajah anak muda. “Gue udah buat mahakarya, lo gimana…?” Kira-kira begitu ungkapan sebuah iklan rokok di billboard jalanan kota Bandung. Rokok sering dikaitkan pula dengan iklan kesetiakawanan, kreativitas, dan seni musik. “Ga ada lo, Ga Rame..” sebuah slogan khas rokok merk tertentu. Kesannya iklan rokok memang sarat akan kreativitas dan jiwanya anak muda. Tak dipungkiri lagi, rokok memang menjadi komoditas industri terbesar yang memberikan pendapatan luar biasa bagi pendapatan Negara. Tentu dengan dampak luar biasa pula bagi lingkungan.

Ironisnya, setiap iklan dan kemasan  setiap rokok memberikan apologi yang klise untuk menghindari pengkambinghitaman oleh konsumen. Jika ada orang yang mati karena kecanduan rokok, perusahaan rokok dengan entengnya akan bilang (sepertinya) “Suruh siapa kecanduan??”, mereka dengan begitu apiknya meletakkan kalimat klise yang berbunyi, “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”. Lucu juga membaca kalimat ini, sebuah apologi yang terlalu klise untuk dibaca.

Dahsyat sekali, saat mencermati racun yang ada pada rokok. Wow, kandungannya begitu berbobot. Ribuan atom dari berbagai zat kimia berada di dalam batang sembilan senti favorit ini.  Semua suka rokok, rokok begitu dekat dengan manusia dari berbagai level. Mulai dari tukang becak, tukang parker, guru, mahasiswa, dosen, bahkan pejabat pun banyak yang merokok. Yang kusyukuri saat ini adalah laki-laki yang menjadi ayahku tak pernah sedikitpun menghisap toksin sembilan senti itu. Itu yang membuatku bangga, ketika di zaman sekarang sulit menemukan pria tanpa rokok terselip di antara jari tangannya.

Tahukah Anda? Pada saat rokok dihisap manusia, kurang lebih 4000 bahan kimia dengan tiga komponen utama nikotin, tar, dan karbon monoksida masuk dalam aliran darah manusia. Nikotin yang menyebabkan ketergantungan/adiksi, tar yang bersifat karsinogenik, dan karbon monoksida yang afinitasnya sangat kuat terhadap hemoglobin sehingga kadar oksigen dalam darah berkurang. Selain itu, bahan-bahan kimia beracun dalam batang Sembilan senti ini antara lain, Aseton penghapus cat kuku, m-Talouidin dan Naftilamin bahan pembuat cat, Metanol bahan spiritus bakar, Nafltalen kapur barus, Kadmium bahan pada baterai, Karbon monoksida gas beracun yang keluar dari asap knalpot, Viniklorida bahan baku plastik, Ammoniak dan Fenol bahan pembersih lantai, Toluen pelarut industri, Polonium bahan radio aktif dan bahan-bahan kimia lainnya yang menyebabkan resiko berbagai macam penyakit. Mau tetap merokok? Silahkan, keputusan di tangan Anda…

Berbagai racun yang terkandung dalam rokok sungguh “luar binasa”. Sangat disayangkan ketika kreativitas anak muda digantungkan pada betang Sembilan senti itu. Bahkan ada seorang teman saya yang perokok berat pernah beralibi “Kalo gak ngerokok, kadang logika kurang jalan.” Hal itu diucapkannya saking ketergantungan dengan rokok. Yakinlah kawan, kreativitas itu muncul bukan dari sesuatu di luar dirimu, apalagi dari racun Sembilan senti bernama kretek, cigarette, ataupun R-O-K-O-K. namun kreativitas itu muncul dari dalam, mindset yang berpikir dan gerak tubuh yang menyempurnakannya menjadi maha karya. So, ayo tinggalkan rokok secara perlahan, berikan ucapan selamat tinggal. Maukah dirimu hidup dengan ribuan toksin yang siap kapan saja merongrong nyawamu setiap saat? Semua kembali pada keputusanmu…

One Comment Add yours

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s