Dinginnya Ramadhan di Bumi Pangalengan

11 Agustus 2011

Kemarin…

Kupijakkan kaki di di Bumi Pangalengan

Hamparan perkebunan teh memanjang sejauh mata memandang

Begitu menyilaukan mata

Sungguh indah

Udara dingin

Menembus epiderma kulit

Aku berteman dengan dingin

Namun itu semua…

Tak menyurutkan langkahku

Beraktivitas merajut benang demi benang kegiatan

Panggung Baksos Ramadhan. Foto:Jundiurna

Dinginnya udara membuat semangat ini

Makin bergelora

Rasanya damai saat sambutan ramah warga

Kuterima dengan sesimpul senyuman

Raga ini memang hampir membeku

Kedinginan

Tapi, tidak… dengan hatiku…

Dalam hari-hari ini

Selalu banyak canda, tawa, bahkan air mata

Akan berbagai kekurangan yang aku miliki

Karena memang tak pernah ada yang sempurna

Sambutan antusias warga Cipanas

Menghangatkan raga ini

Saat hampir putus asa

Di tengah air mata yang menderas

Sungguh, hima-himi hanyalah segelintir insan

Yang terus mencoba berlari meski tertatih…

Berusaha memberikan yang terbaik

Meski dirasa tak pernah sempurna…

Aku harap momen ini menjadi satu kepingan kenangan

Yang selalu tersimpan

Semoga Allah mencatat langkah-langkah ini

Dalam catatanNya yang terindah

di Halaman Mesjid Rohmatul Ummah. Foto:Jundiurna

Hari-hari itu menyisakan sejumput rindu

Inilah, persembahan kecil kami untukmu

Bumi Pangalengan…

Perkebunan teh Kertamanah. Foto:Jundiurna
The Flower. Foto:Jundiurna

One Comment Add yours

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s