Titik Rawan

Jenuh itu wajar, sebuah fase di mana diri telah begitu puas dengan apa yang dilakukan, mengutip ucapan seorang dosen dalam status facebooknya, “orang yang cepat puas adalah orang-orang yang sudah lelah sebelum mencapai tujuannya”, kurang lebih demikian ungkapannya.

Tapi sebenarnya apa indikator kejenuhan ini? Malas kah? Sudah terlalu lelah kah? Padahal, aku merasa beban fikiran tak terlalu banyak, dan nuraniku berteriak bahwa semua ini dapat kuatasi. Hanya saja angin keegoisan menghembuskan rasa  jenuh yang datang sebelum waktunya. Belum total, sudah jenuh, ini sungguh tak wajar. Ada yang harus diperbaiki dalam jiwa ini…

Sampai-sampai ada bisikan hebat memasuki celah telinga yang rentan diintimidasi. Vakum sajalah! Cari alasan untuk rehat sejenah, mengambil jeda, dan melupakan segala persoalan yang terjadi. Wah, berani-beraninya jika aku menuruti bisikan tak bertanggung-jawab itu. Padahal, di depan mata masih banyak tugas yang belum tuntas, masih banyak persoalan yang belum menemukan ujung. Kusut!

Mungkin ini titik rawanku? Apa aku akan menuruti angin keegoisan itu? Atau mendengarkan bisikan lirih sang nurani yang mulai lelah menyuarakan kebenaran… Berhati-hati dalam bertindak dan berpikir dalam jangka panjang, karena hidup bukan hanya untuk saat ini saja. Sayang jika dihabiskan bersenang-senang untuk hari ini saja… Biarlah menanggung perih terlebih dahulu, toh kebahagiaan pun akan datang dengan hakiki bagi siapa saja yang telah bekerja keras. Allah takan pernah ingkar dengan janjiNya…

Terbenam dalam Titik Rawan. Foto:Jundiurna.

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s