Kian Memudar

Ia menguap berkali-kali. Rasa kantuk yang mendera sebenarnya telah memaksanya untuk segera rebahkan diri. Namun, logikanya menolak. Jika saja aku terlelap malam ini, lantas… Siapa yang akan menuntaskan tugas untuk hari H. Tugasnya? Bukan, sebenarnya ia mengemban tugas orang lain! Tapi, ia bertahan dengan satu asumsi, kalau bukan saya yang menangani semua ini lantas siapa lagi…

Kadang ia merutuki diri, telanjur ia azamkan diri untuk berjuang di jalan itu, mewakafkan seluruh energi, waktu, bahkan materi dengan harapan menemukan ukhuwwah yang ia cari. Sebuah jalan di mana ada orang-orang yang senantiasa memberinya sesimpul senyuman, menyeka air mata tanpa diminta, memeluk saat kesepian. Tapi, nyatanya mungkin hanya tinggal harapan. Ia tak bisa berlari menghindari keadaan. Hanya pecundanglah yang melakukan hal seperti itu.

 

Ia sebenarnya lelah dihujani alasan, “Maaf tak bisa, aku sibuk”, “Maaf tak ada waktu”, “Ga bisa…”, dan sederet alasan klise lainnya yang sebenarnya membuat ia begitu lelah. Bahkan, ia sering tak mengerti bila tak ada respon sama sekali. Inikah ukhuwwah? Indahnya hanya di awal pelantikan, kemudian hilang ditelan kesibukan masing-masing. Lelah. Sungguh.

Tapi, yang mampu menjawab harapannya yang hampir pudar, yang mampu menyembuhkan lukanya saat ia benar-benar berada di titik terlemah. Hanyalah Allah… satu-satunya penawar itu semua. Ia yakin, meski hasil kerja kerasnya sering dianggap sebelah mata oleh yang lain, Allah tak pernah lengah dari segala ikhtiarnya. Meski perih, ia bangkit mencoba tersenyum hadapi hari. Walaupun sering sibuk dalam kesunyian…

Teruntuk teman-teman “seperjuangan” yang kian lama menjauh karena begitu padat aktivitasnya, mari bantu saudara seperjuangannya yang mulai lelah mengemban semuan beban sendiri. Bantu mereka meski dengan sesimpul senyuman, sebongkah semangat. Ia membutuhkan bantuanmu… wujudkan ukhuwwah bukan sekedar kata tanpa makna. Namun, ukhuwwah sebagai kekuatan untuk menghadapi segala persoalan dalam berjuang sesulit apapun, ukhuwwah yang menjawab semua itu…

 

Bandung, 28 September 2011

Saat ukhuwwah hampir memudar

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s