Bikin Semangat Kamu Balik Lagi?!

Saat menonton televisi, tak sengaja kata-kata sebuah iklan minuman terngiang di benakku. Bikin semangat kamu balik lagi! Kira-kira demikian. Kuresapi kalimat itu. Kebetulan hatiku tengah dirundung perasaan futur (karena sedang dihajar tugas demi tugas bertubi-tubi, ditambah stamina menurun karena kebanyakan begadang, dan semangatku hampir game over). Nah, seketika melihat iklan itu, otak kanan ku langsung bereaksi. Benarkah demikian?! Benarkah minuman itu dapat mengembalikan semangat? Huwah, sebenarnya ada rasa-rasa haus menggelitik dalam tenggorokanku, perlahan menyusup ke otak dan menawarkan ajakan klise, “Mari beli minuman itu, supaya semangat lagi!” Begitu kata sang otak, mau aja dikibulin sama iklan. Heu, dan sang hati kecil berteriak. “NO!” Lucu banget semangat bisa balik lagi gara-gara iklan. Orang semangat karena tersugesti. Bukan karena minumannya. Wakakak, aku sadar betul tak ada yang bisa mengubah kondisi kita kecuali diri sendiri. Apalagi hanya karena meneguk sebuah minuman. Eits, kalau minumannya beralkohol itu sih gaswat, mengubah perilaku manusia menjadi tak waras. Ckckckck.

Tulisan ini hanya menyorot sikap pemirsa pada iklan televisi yang begitu nano-nano (wah ini sih iklan!) alias variatif tampilannya. Kreatif, kocak, dan kadang menambah decak kagum (bagi para penggemar iklan). Mulai dari iklan sampo sampai krim bulu kaki. Ckckckck, begitu lihainya para produsen menggaet konsumen dengan kata-kata manis produk mereka. Gawat jika pemirsa tak bisa menahan diri, terbujuk rayuan iklan (atau syetan?). Sedikit-sedikit ganti barang, berburu produk baru (terutama buat perempuan yang addicted dengan produk kecantikan tertentu), apalagi sampai menyandarkan kehidupan pada pemuasan tubuh berdasarkan iklan televisi. Sungguh, kepuasan yang takan berujung. Dari waktu ke waktu hanya mengurus tampilan luar, biar serba kinclong dan bersinar, sementara hati kian pudar dari mengingatNya.

Sudahlah, namanya juga iklan, pasti pujian terlontar mengunggulkan produk, biasa bisnis marketing. Tanpa iklan, pemasaran rasanya nonsense. Nah, jangan mau ketipu. Harus punya prinsip diri dong, masa kepercayaan diri diatur sama pengaruh luar, apalagi benda semu. Optimalkan potensi diri dari dalam… sayang jika hidup dihabiskan untuk memoles diri dan mempercantik “daging” semata. Oia, jangan lupa semangat bukan karena minum sesuatu. Tapi semangat benar-benar terpancar dari diri…

Saat semangat kembali menyala.

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s