Sebuah Kunci dari Malaikat Hati

Rabb, mengapa selalu terulang kejadian seperti ini. Gagalkah aku kini? Bila gagal, tak mengapa. Aku akan bangkit dan mencari kekuatan itu kembali meski tertatih. Tapi, Rabbi… beri aku jejak petunjuk-Mu agar sikap dan langkahku tak menyalahi aturan-Mu. Aku kembali mencari puing-puing semangat di antara serpihan harapan yang tersisa. Saat energiku terkuras, saat peluhku terus mengucur, saat langkah ini begitu tergesa menanti sesuatu yang kujadikan secercah harap baru, saat semuanya kujalani, aku sangat berharap semua ini. Ya, semua ini takan sia-sia di hadapan-Mu. Rabbi, aku hanya mencari utuh-utuh hatiku di bawah naungan ridho-Mu. Tapi, apa lacur, kini harapan itu kembali meredup. Bantu Aku Ya Allah!

Namun, batinku berteriak. Memori dalam ingatan mulai bermain dengan pita kenangan yang kuputar ulang saat ini. Teringat sebuah video singkat tentang seorang malaikat yang baik hati. Malaikat yang selalu menjaga bayi kecil tak berdaya. Malaikat yang setia membimbing, memberikan nasihat hingga sang bayi beranjak dewasa. Malaikat yang senantiasa melindungi meski kerapkali mengorbankan dirinya sendiri. Malaikat yang baik hati itu seorang IBU. Ya, ibu merupakan satu-satunya kekuatan bagiku menggapai serpihan harapan itu. Ibu yang tak pernah letih mendukungku, Ibu yang sering menopangku agar tak terjatuh terlalu keras. “Kunci semua ini, ada dalam dirimu, Nak.” Begitu tuturnya saat aku hampir putus asa dengan yang kujalani. Seketika, diri tergugah. Termenung dan menemukan setitik asa yang menyala kecil kemudian membesar perlahan. Kata utamanya adalah kunci. Dan kunci itu ada dalam jiwa. Jiwa yang merindukan fitrah Tuhannya. Merindukan hakikat. Jiwa yang sering resah dan gundah gulana akan ke-chaos-an yang terjadi dalam hidup.

Terima kasih, Bunda. Engkau malaikat yang selalu memberikan jejak ilham bagiku. Aku gagal, Bunda! Tapi gagal ini kelak menjadi batu loncatan bagiku. Satu tahap bagiku untuk maju, merasakan segala onak duri yang lebih dulu kau jalani. Aku siap, Bunda! Mencari kembali utuh-utuh hatiku meski kecil kemungkinan untuk kudapatkan, tapi, aku tak akan menyerah pada keterbatasan.

Bersama Malaikat Hatiku. Foto:Wildaini Shalihah

2 Comments Add yours

  1. KazZ.. says:

    Ya bunda, aku gagal..
    Bahkan orang disekitarku mengantri menceramahiku..
    Mereka bilang aku salah..
    Tapi kau masih disini dan berkata “wahai anakku jgn bersedih, kalaupn kau gagal dan semua orang menggangpmu salah, ibu akan tetap percaya padamu. karna kau anakku..”

    Semangat t’ijun.. Kita belum GAGAL..!!
    Keep Writing..!!
    n_n

  2. niesya3986 says:

    Iya.. begitulah sosok seorang ibu dapat menjadi seperti malaikat karena kelapangan cinta nya yang senantiasa menerima segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada anaknya,
    begitu tulus dan murni kasih yang ia berikan untuk keutuhan keluarga nya. Karenanya Al Quran pun telah mengangajarkan kita agar selalu berbuat baik kepada kedua orang ibu dan bapa kita dengan sebaik-baiknya.

    “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS.17/23).

    ——————-
    *like this sista🙂
    Kata utamanya adalah kunci. Dan kunci itu ada dalam jiwa. Jiwa yang merindukan fitrah Tuhannya. Merindukan hakikat. Jiwa yang sering resah dan gundah gulana akan ke-chaos-an yang terjadi dalam hidup.

    Tataplah masa depan dengan optimis, teruslah bergerak dan berkarya untuk kebaikan kemudian sandarkan hidup mu pada kebenaran hakiki yang kelak akan menghantarkan mu pada arah tujuan pasti tentang hakikat keberadaan insan menjalani hidup.. ^_^

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s