Dialog antara A dan H

Apa yang paling kau inginkan dalam hidup?

Sejenak diri terdiam, lalu sisi lain dalam diri mulai angkat bicara :

A :

Baju yang mewah dan fashionable…

Kendaraan yang gagah…

Kekayaan yang melimpah…

Pendidikan tinggi…

Penguasa kuliner serba nikmat dan lezat…

Koleksi barang mahal dan antik…

Gadget tercanggih keluaran terbaru…

Perhiasan yang berkilauan…

Koneksi teman yang menguntungkan…

A terus menjelaskan panjang lebar keinginannya, ia begitu bersemangat sampai-sampai tak sadar jika H pun ingin ikut bicara.

H :

Tunggu! Tunggu! Biarkan aku bicara! Kumohon ijinkan aku menyampaikan keinginanku. Satu saja.

A :

Memangnya apa keinginanmu, H???

H :

Aku hanya ingin selalu dekat dengan Penciptaku, kapanpun dan dimanapun aku berada. Sehingga keterbatasan yang menghimpitku tak sedikitpun membuatku berkeluh kesah. Karena aku yakin Penciptaku selalu memberikan yang terbaik untuk kehidupanku…

Lalu dialog malam itu berakhir hening, A pun tak berani lagi menguraikan keinginannya, seolah ia tersadar oleh H yang mengingatkannya pada keinginan utama yang selalu saja terlupakan. Dekat dengan Allah menjadi keinginan yang tenggelam di antara harapan-harapan semu.

18 Desember 2012, saat Akal dan Hati mulai mengusik.

 

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s