Sejenak

Maafkan aku selalu mengabaikanmu

Tak mendengar segala keinginanmu yang terdalam

Menutup rapat-rapat mata hati

Hingga setiap gagasan itu telah terkunci

Larut dalam putaran waktu

Ide-ide berlalu seiring tenggelam mentari

Tertimpa berbagai hal remeh temeh

Ya, hal-hal seperti itu

Memenuhi isi kepala sejak pagi bermula

Saat bangun tidur berpikir pakai baju apa

Tiba siang hari berpikir makan apa

Sepulang kerja berpikir jajan apa

Sebatas memenuhi rutinitas yang jemu

Bulan-bulan berlalu dengan euforia

Klise tanggal 1

Terima gaji lalu kerja lagi dan lagi

Memenuhi kewajiban pada perusahaan orang lain

Tanpa berhenti sejenak memikirkan hati nurani

Waktu begitu terbatas

Mengekangku mengambil jeda

2 Comments Add yours

  1. @damae53 says:

    😥 damae juga sering ngrasa begitu, teh.
    ya ampun, mari sama2 berbenah agar suara nurani tetap mendapat haknya dan tidak terdzolimi.

    1. jundiurna92 says:

      Iya betul rutinitas tanpa batas kdang membuat hati tidak peka dengan segala sesuatu yang membelenggu. Makasih y dah mampir dan komen di sini.🙂

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s