Sejenak

Maafkan aku selalu mengabaikanmu

Tak mendengar segala keinginanmu yang terdalam

Menutup rapat-rapat mata hati

Hingga setiap gagasan itu telah terkunci

Larut dalam putaran waktu

Ide-ide berlalu seiring tenggelam mentari

Tertimpa berbagai hal remeh temeh

Ya, hal-hal seperti itu

Memenuhi isi kepala sejak pagi bermula

Saat bangun tidur berpikir pakai baju apa

Tiba siang hari berpikir makan apa

Sepulang kerja berpikir jajan apa

Sebatas memenuhi rutinitas yang jemu

Bulan-bulan berlalu dengan euforia

Klise tanggal 1

Terima gaji lalu kerja lagi dan lagi

Memenuhi kewajiban pada perusahaan orang lain

Tanpa berhenti sejenak memikirkan hati nurani

Waktu begitu terbatas

Mengekangku mengambil jeda

Iklan

2 respons untuk ‘Sejenak

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s