Seperti Kebanyakan

Aku telah melangkah di jalan-jalan orang kebanyakan

Menerobos lubang-lubang jalanan setiap pagi menjelang

Terhenti sejenak dalam menit-menit lampu merah

Mengawasi gerak-gerik para kuda besi kanan-kiri

Melaju hati-hati di jalanan kota yang kadang tak terkendali

Alasan mendasar, “Mencari uang.”

 

Melakukan hal-hal yang hampir sama setiap hari

Itu lagi dan lagi.

Aku mencoba menikmati.

Mengambil setetes harapan dari kebosanan yang mulai meninggi.

Tapi, tetap saja.

Semakin bersikeras semua ini baik-baik saja.

Hati ini semakin goncang.

Berjalan, bergerak, dengan rasa gamang.

 

Kumohon, berikan aku jeda untuk melihat dunia luar.

Agar pandanganku tak sempit dalam area yang menghimpit.

Aku hanya perlu jeda untuk menekuri langkahku.

Lalu memulai langkah dengan nuansa baru.

Yang semakin menemukan sang diri dalam putaran waktu.

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s