Episode 18 Juni 2013

# Menelusuri kesibukan pagi, orang-orang di jalan tak kunjung bersabar seperti terburu waktu menuju sesuatu. Saling klakson, salip kanan-kiri, dan melesat lepas membelah aspal jalanan.

# Hey, aku pun begitu, menjadi bagian dari kesibukan pagi, menerjang angin, terhempas debu, menjadi korban dari sebuah ketergesa-gesaan. Terlempar dari rutinitas, terhenyak dari kesadaran, hingga patah harapan sesaat. Langkah ini sempat terhenti beberapa hari, dan harus dimulai kembali.

# Betapa berharganya sebuah gigi, betapa ajaibnya anatomi tubuh manusia. Gigi, sebuah gerbang pencernaan menuju usus. Betapa Allah Maha menetapkan segala ukuran dengan serapi-rapinya. Ukuran yang tak terjangkau akal manusia.

# Sungguh, tak ada yang lebih mahal daripada kesehatan. Jika penyakit telah mendera, satu-satunya kebahagiaan adalah sembuh, bukan yang lain. Sesaat setelah seperti ini, tersadar nikmat yang paling besar adalah gigi yang sehat, bukan sekedar makanan yang enak.

# Makanan yang telah dibuat belum tentu milik kita. Yang benar-benar milik kita hanyalah makanan yang telah masuk ke perut.

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s