Diposkan pada Essai, Keluarga

Guling Baru

tedyWah enaknya punya Ibu seperti Ibu saya… hehe, bukan apa-apa. Meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi, Ibu saya berdikari plus kreatif abis dah… Pokoknya jempol banget, like this banget banget. Hehe,

Ibu saya tidak seperti saya yang cenderung cuek dengan kondisi rumah luluh lantak bak kapal titanic. Ibu saya tidak seperti saya yang cenderung acuh dengan barang bekas yang hanya tercecer di sudut-sudut ruangan. Ibu saya itu… super spesial. 😀

Hari ini, eh tepatnya saat malam telah begitu larut sesuai jam digital 11:56 PM di taskbar netbook, Ibu saya sedang mengaput, ups bahasa Indonesianya apah ya… Hm, yah pokoknya mah sedang ngaput bantal guling hasil modifikasi dari boneka yang sudah sobek. Bola boneka dipadu dengan bantal mini tedy bear yang juga sudah sobek. Anehnya, tidak kepikiran dalam benak saya, itu boneka kan udah kuleheu bin kumel. Tapi… di tangan Ibu, setelah kulit boneka dicuci dan busanya dikeluarkan, itu boneka jadi guling yang begitu empuk. Dan tidak enaknya bagi saya, selain belum bisa meracik babe (barang bekas) menjadi barang yang unik dan multifungsi, lebih gak enak lagi, TERNYATA ITU GULING bukan buat saya. Ahaha… guling itu dibuat untuk adik perempuan saya. Hiks… guling baru yang unik itu hanya akan dipeluk oleh adik saya, sebagai pengganti meluk Ibu karena sudah besar malu kalau masih meluk-meluk. Ekekekekek… 😀

tedy1
Guling Baru. 🙂

 

Iklan

Penulis:

Aku ingin punya ruang yang cukup tuk ekspresikan semua ide dan gagasanku untuk berbagi dengan yang lain. Di sinilah ruang itu...

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s