Refleksi, Selaksa Rasa

Selaras dalam Riak

Kata sabar bukan hanya menjadi ujung sebuah ayat dalam Alqur’an ,”Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar.” Lalu, saat dibaca dengan sepenuh hati, lantas kita jadi orang yang sabar. Itu saja belum cukup. Buktinya, orang dikatakan sabar bukan saat dia berada dalam kondisi adem-ayem, slow down, serba ada. Kata sabar belum berlaku kalau demikian. Bersabar itu terkata dan tercipta saat ujian datang bertubi-tubi seraya menggantungkan harap padaNya sambil berikhtiar.

Bersabar adalah konsekuensi manusia sepanjang hayat, begitu pula dengan bersyukur. Ya, syukur saja tidak cukup bila tak bersabar. Sabar pun tak cukup tanpa bersyukur. Keduanya beriringan. Selaras dalam riak kehidupan.

 

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s