Catatan Diri, Momentum, Work by Work

Rekam Jejak di Salendro

page
Meja dan Wedges Kenangan

Aku telah merekam semuanya. Merekam berbagai suasana tanpa handy-cam. Merekam berbagai kata-kata tanpa recorder. Merekam pahit manis selama 8 bulan di sana. Sebuah ruangan ber-AC dengan suhu dingin 20-23o. Sebuah ruangan yang terkadang riuh dengan canda tawa saat kita tengah bercengkrama tentang segala hal, dengan latar playlist Korea.

Sesekali ujaran Korea terucap secara spontan,

“Aigooo…” saat mendapati hal-hal menggemaskan, saat internet loading bertanda merah pada Wi-Fi.

“Gwencanaa…” saat foto pengunjung toko yang didapat hanya sedikit dari yang diinginkan.

“Daebaak…” saat mendapati sesuatu yang cetar ketika googling atau kepo-in seleb Korea.

Kepala berkali-kali berdenyut hebat saat kursor di monitor membuat mata berkunang-kunang. Akhirnya, kita sering mengalihkan perhatian dengan sejenak memijat-mijat kening dan memejamkan mata, “Duh, migren…” Gangguan kepala sering menyerang tiba-tiba jika berlama-lama depan komputer tanpa jeda.

Pelangi dari Jendela Server. Foto  by Chipi Chiti
Pelangi dari Jendela Server. Foto by Chipi Chiti

Seringkali kita matikan AC dan menyibak tirai membuka jendela untuk menghirup angin yang berhembus perlahan. Memandang langit belakang kantor yang beragam rupa saat pagi dan senja. Sesekali kita membingkai langit seusai hujan reda, sambil berseru bersama saat pelangi menelikung batas bumi. Klik! Kita memotret pelangi yang sama-sama kita lihat dalam kenangan kita sendiri.

Kawan, senja itu begitu indah. Saat senja telah beranjak petang, kita larut dalam canda di sela cemilan berbuka.

Melepas lelah bersama seusai bekerja seharian selama 9 jam. Ya, 9 jam bukan waktu yang sebentar, kan? Namun, sungguh 9 jam itu nyatanya terlalu singkat bagi kebersamaan yang kita lalui. Kita hanya bisa bersama tak lebih dari satu jam hanya untuk berbagi cerita, sisanya kita berjibaku dengan pekerjaan yang kita emban.

Cerita bersama kalian membuatku mengerti bagaimana rasanya menghadapi sebuah deadline, bagaimana bersikap dalam posisi krisis, bagaimana memahami karakter satu sama lain. Pernah kita larut dalam tawa yang renyah saat mengintip kepribadian lewat kartun golongan darah. Kita berseru dan saling melempar gurauan. Kita berbagi ruang dengar lewat playlist yang kita putar bergantian.

Kawan, terima kasih pernah menjadi bagian dari episode hidupku. Kebersamaan itu selalu terukir dalam ingatan. Semoga kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan dan  saling berbagi cerita, tentang kehidupan masing-masing.

Iklan

4 thoughts on “Rekam Jejak di Salendro”

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s