Lesson Plan Fotografi

Hari ini saya diminta sebagai tutor humaniora di SD Hikmah Teladan (SDHT). Setiap Jum’at program humaniora di SDHT menyajikan berbagai kelas skill yang beragam, mulai dari memasak, olahraga, sampai multimedia. Saya langsung memilih fotografi sesuai background saat kuliah. Meskipun kamera DSLR belum di tangan (masih bertengger setia di etalase toko gadget, hehe), setidaknya kamera pocket yang saya pakai hunting foto sejak kuliah semester 2 memberikan jam terbang yang cukup. Dua puluh Gigabyte tampaknya bukan jumlah yang sedikit untuk menyimpan ribuan foto.

Namun, saya belum cukup puas dengan 20 GB foto di netbook. Masih banyak hal yang harus saya potret. Nah, ketika sudah cukup vakum dari aktivitas hunting foto jurnalistik, angin segar berhembus untuk menjadi tutor fotografi di SDHT. Seolah daya fotografer dalam diri saya terbangkitkan lagi. Mulailah saya membuka-buka kembali berkas perkuliahan fotografi.

Dalam berkas-berkas itu, saya terpekur cukup lama. Waw, silabus fotografi itu sungguh tidak saya mengerti karena sudah cukup lama terkubur dalam lemari.😀 Entah mengapa, saya malah jengah dengan judul materi Pengantar Fotografi : Sejarah, Definisi, Jenis Kamera, Pengenalan Kamera, Lighting, DOF & Komposisi, Proses dan Teknik Fotografi. Nyatanya, saya malah dibuat pening dengan seabreg teori dari perkuliahan dulu. Mulai memutar otak untuk meracik lesson plan Fotografi yang cocok untuk anak SD. “Ya iyalah, kamu mah, masa silabus kuliah mau disamain buat anak SD, jangan gilaaa dongg…!” Haha, suara dalam diri saya berteriak demikian. Think Again akhirnya…

Saya mulai dari hal-hal yang realistis dan praktis, bukan sekedar teori buta. Anak-anak memerlukan sedikit gambaran saja mengenai definisi fotografi, selanjutnya praktek di lapangan yang lebih dibutuhkan. Dalam satu jam alokasi program humaniora fotografi, saya mesti memaksimalkan pemahaman untuk anak-anak bergerak di lapangan. Tentu saja pengantar materi tetap penting di sini, namun presentasenya lebih sedikit.

Lesson Plan ini sebenarnya rumit jika dijabarkan secara linear, namun saya ambil saja benang merah yang sederhana melalui mind map. (Jadi seorang guru, mulai kenal lagi dengan istilah satu ini, dan harus membiasakan diri memetakan pikiran, asyik banget jadi pembelajar, hihi).

Mind Map Fotografi
Mind Map Fotografi

3 Comments Add yours

  1. rusydi hikmawan says:

    jadi fotografer itu hoby mahal ya, mba. lensa yg bagus, kamera yg mantap tentu gak bisa didapet dg harga murah, tapi harga terbayar dengan hasil jepretan yg selalu indah. saya belum pernah lihat hasil jepretan kamera hape yg sebagus kamera profesional.

    1. jundiurna92 says:

      Yups, fotografi memerlukan budget yang tidak sedikit. Namun, langkah awal sebenarnya jgn dulu terpaku pada perangkat yang canggih, sebisa mungkin tumbuhkan skill dengan memanfaatkan yang ada. Misalnya, dengan kamera hp atau camdig. ya meskipun kualitas tentu pasti berbeda dengan yang kamera pro. Yang penting ditumbuhkan dulu tekniknya, gadget-nya bisa menyusul dgn rajin menabung.🙂

      1. rusydi hikmawan says:

        Nah itu dia kata kuncinya: rajin menabung

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s