5 cm dengan Special Needs Kids

“Sendirian!!!”

Satu kata yang tajam saya terima darinya di kelas saat saya mencoba mendekat sambil menyapa. Saya pun bergerak mundur sambil menggerutu dalam hati, hey what’s wrong with her? Ups, what’s wrong with me? Ada hal yang mesti diperbaiki dalam diri.

Seperti kata 5 cm-nya Donny Dhirgantoro, “Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,mata yang akan terus menatap ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja. Dan hati yang akan bekerja keras dari biasanya. Serta mulut yang akan selalu berdo’a.” Kutipan tersebut bukan saja berlaku secara harfiah saat Genta cs hendak mendaki puncak Mahameru, namun pada hakikatnya berlaku untuk sebuah pendakian dalam setiap fase kehidupan.

Kini, saya tengah mendaki puncak tantangan tertinggi dalam menangani special needs kids. Awalnya antusiasme saya pada permulaan mengenali dunia yang satu ini tak akan berarti apa-apa tanpa tindakan yang tepat sesuai treatment. Saya masih harus berusaha keras mengenali dan memahami seiring menjalani. Kenyataannya, anak special needs yang tengah saya tangani telah kian lama membangun benteng yang tebal dengan rasa gengsi tinggi. Seolah berkoar dengan satu-dua kata dalam kebisuan yang akut bahwa “Saya tak butuh bantuan apapun! Biarkan saya sendirian dan berbuat semaunya!” Huhu, saya masih memantau perlahan dari belakang saat dia masih membuat jarak yang begitu lebar dengan para tutor pendamping khusus. Fighting Jund! This time for you, mengerahkan tenaga semampu yang kau bisa. Ambil celah yang tepat untuk membuat jarak dengannya menjadi dekat dan hangat.

Biarpun dianggap banyak bertanya…

Biarpun dianggap terlalu reaktif (padahal proaktif)…

Sudah waktunya kamu menyelami dunia yang baru…

Menyebrang ke pulau “antah berantah” berbekal riset pengetahuan

Lewat orang-orang yang kau temui, orang-orang yang telah lama menelan asam garam pengalaman, lewat buku-buku atau internet, dan keseharian…

Mulailah nikmati dunia yang kompleks sambil berujar,

“Selamat tinggal zona nyaman!”

“Selamat datang tantangan di hadapan!”

Bersiaplah dengan berbagai kejutan bernama “Electric Shock” kehidupan untuk menggapai “Real Happiness”!

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s