Good Bye Gadget

“… Indahnya hanya di awal kurasa…”

Potongan lirik lagu milik Geisha itu saya sematkan pada gadget yang menemani selama 5 tahun terakhir. Gadget yang saya andalkan untuk membingkai berbagai kejadian, merekam kenangan, dan melengkapi kebutuhan hunting foto saat kuliah. Canon Powershot A480, begitulah namanya. Mata saya berbinar-binar saat Bapak mengajak untuk memilih kamera digital ke gerai elektronik. Si kecil biru metalik itu pun saya pilih untuk memenuhi perangkat kuliah fotografi awalnya, kemudian kemana-mana saya menaruhnya di saku meski di luar jam kuliah.

Foto0478
Si Kecil Canon Powershot A480

Lima tahun berlalu, si kecil mulai menunjukkan gejala-gejala pensiun dini. Dengan LCD yang tergores akibat terjatuh, tombol shutter mulai lambat bereaksi, ditambah keypad yang error (beralih-alih sendiri tanpa ditekan sedikitpun). Oh, ottokhae…

Si kecil menjadi saksi sejarah perjalanan saya dari waktu ke waktu, dari momen ke momen ini harus saya asingkan dalam laci. Entah mengapa saya tak tergerak sedikitpun untuk melarikannya ke tempat servis. Ada ke-alergi-an yang tak terdefinisi, “harga servis bisa lebih mahal dibandingkan beli baru.” Semoga nanti terganti dengan yang lebih baik dan canggih. Aamiin. Dan pastinya mengandalkan hasil jerih payah sendiri, tidak bisa lagi menghiba dibelikan oleh Bapak lagi. Sadar woy, udah dewasa. Belajar lah mandiri.🙂

Dan lagi-lagi saya belajar dari sebuah lagu jebolan eks. Peterpan, bahwa “tak ada yang abadi.” Apalagi untuk sebuah gadget.

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s