Catatan Diri, Keluarga, Pendidikan, Refleksi

Jengah!

Untuk apa!

Untuk apa lemari dan meja dipenuhi buku tapi kamu kebingungan bertindak!

Untuk apa!

Untuk apa saban hari di sekolah dan sepulang sekolah kamu mencatat beragam ilmu tapi kepada keluarga kamu tak mencatat harapan mereka!

Untuk apa!

Untuk apa kamu sekolah lalu kuliah tapi akalmu tak digunakan dalam menghadapi masalah remeh sekalipun!

Mengapa otakmu hanya dipenuhi sampah-sampah istilah!

Saya akui, saya pernah mengalami hal seperti ini. Namun, lambat-laun saya sadar bagaimana biasnya saya saat itu. Dan ketika saya menemui orang serupa, bahkan lebih parah dibandingkan biasnya saya dulu. Sungguh, saya jengah! Dan kini masih buntu untuk menunjukkan jalan padanya bahwa dia tengah terjebak pada rutinitas dan sampah istilah.

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s