Dunia Anak itu…

Tahu nggak, sih? Dulu atau tepatnya tahun-tahun yang lalu saya paling alergi sama anak kecil. Entah kenapa menyebalkan saja mereka itu. Ke-alergi-an itu bermula saat anak tetangga dekat rumah saya seenaknya merobek-robek surat yang sampai di depan rumah (saat itu masih jaman sahabat pena). Entah iseng atau sengaja membuat saya kesal. Saya pun menggerutu tak ada habisnya sambil menyumpah-nyumpahi akan memarahi anak itu kalau dia lewat depan rumah.

Saya selalu kesal dengan setiap tingkah laku anak-anak. Sering mengomel saat ada suara gaduh anak-anak tetangga yang berlari-lari di gang. Bahkan, saya sering mengomeli adik yang selalu bersorak riang dan berlari kesana-kemari sambil menonton kartun. Dulu, segala hal yang tentang anak-anak selalu membuat saya pening. Saya pernah ditawari untuk mengajar di TK, seketika saya menolak halus, “Wuaa nggak bisa ah, nggak sanggup!”

Nah, sejak saya “nekat” melamar ke SD bermodalkan ijazah S1 komunikasi. Persepsi saya tentang dunia anak terbangun menjadi sesuatu yang istimewa. Saya melihat celah yang unik dari setiap perilaku mereka. Mulai membangun toleransi atas segala kenakalan mereka. Mulai kagum dengan kepolosan dan keceriaan mereka. Dan jika saya mengamati detil setiap gerak mereka, membuat saya rindu pada masa kecil dulu, bahwa saya pun pernah menjadi seorang anak yang begitu nakal dan menyebalkan.

Saya tumbuh menjadi anak yang agak maskulin. Memanjat pohon kersen, selalu menjadi kiper saat main bola dengan anak tetangga, pernah mencoba bermain silet cukur sampai dagu terluka, iseng-iseng mencolek detergen, jepret sana-sini membawa kamera film saat musim kampanye orde baru, membawa tape recorder rekam sana-sini berpura-pura jadi reporter, jadi petunjuk jalan para sepupu saat libur di desa Tipar sampai kesasar diomelin ortu. Pokoknya saat mengamati berbagai tingkah laku setiap anak, saya terbawa pada fragmen masa kanak-kanak saya dulu. Dan mulai memahami setiap tingkah laku mereka yang sering saya sebut itu “nakal”.

Mulai menyiapkan rencana tak tertulis untuk masa depan tentang mendidik anak. Betapa bahagianya menemani tumbuhkembang seorang anak. Bercakap-cakap dengan mereka, menyelami dunia mereka, belajar tentang arti ketulusan dan keceriaan, serta rasa ingin tahu yang begitu besar. Kini saya mulai menyukai dunia anak dan belajar banyak hal. Dan betapa menyenangkan bisa merekam jejak langkah mereka dalam bingkai kamera dan tulisan bermakna.

Celoteh Adik-Adik Saya
Celoteh Adik-Adik Saya
???????????????????????????????
Bersama Anak-Anak Wangunharja saat KKM.

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s