No Snobisme

Sketsa No Snobisme by Ijund
Sketsa No Snobisme by Ijund

Di antara deretan buku yang berjejer dalam rak yang tinggi. Sisi lain dalam diri mencibirku dengan tegas,

“Sampai kapan kau hidup dengan buku-buku yang membuatmu telah merasa pintar?”

“Sampai kapan kau berpikiran membaca saja bisa menyelesaikan segala persoalan tanpa kau bergerak dengan tindakan minimal hingga maksimal?”

“Sampai kapan kau berpikiran, memiliki banyak buku dengan ratusan koleksi dan menambah daftar panjang buku pribadi bisa menguatkan jati diri tanpa ada aksi?”

“Hey, hati-hati dengan pikiran-pikiran seperti itu! Kau telah terjebak dalam snobisme intelektual. Berkutat dalam wacana namun kebingungan menetaskan langkah.”

Camkanlah, no snobisme, because life is not dependent on the books, but the point of view of the world.

Aku tidak melarangmu untuk membaca, bahkan aku tak melarangmu untuk membeli buku baru. Aku hanya memintamu untuk tidak terjebak pada euforia intelektualitas di permukaan. Yang merasa perkara selesai dengan hanya membaca aksara. Bacalah dengan nama Tuhan-mu yang menciptakan. Kemudian ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Lalu, bergeraklah, bertindak melaksanakan kata-kata. Pada sebuah tindakan, ada nilai perjuangan.