Catatan Diri, Literasi, Sosial Media

Yuk, Kurangi “Selfie” di Media Sosial!

Hari ini rubrik “Apa & Siapa” Koran Pikiran Rakyat memancing opini saya tentang “Selfie”. Selfie? Apakah itu? Kalau dalam media sosial, selfie bisa dibilang narsis berlebihan. Di rubrik tersebut, Amy Poehler, seorang aktris Amerika Serikat  yang juga berprofesi sebagai penulis dan produser ini memberikan pandangannya tentang Selfie. Ia membenci kelakuan sebagian orang yang memamerkan wajah dan bagian tubuh di media sosial. Terlebih di Instagram, Selfie begitu di luar kendali. Amy khawatir putra bungsunya, tumbuh dan berkembang di masa ketika berbagi foto dan pengalaman begitu berlebihan.

*think.again*

Sumber : iantzeprut.deviantart.com
Sumber : iantzeprut.deviantart.com

Saya pernah melalui masa-masa Selfie ini saat pertama kali punya Facebook. Setiap hari ganti foto profil bisa berkali-kali. Foto narsis rasanya sayang jika tidak diupload dan menunggu respon teman FB. Nah, kini justru saya merasa muak melihat foto diri sendiri. Kenapa ya? Mungkin sudah terlalu giyung alias kebanyakan gula. 😀 Sekarang celah kesadaran mulai terbuka.

Dengan membaca rubrik tersebut, saya merasa tersentil juga dengan kebiasaan update dan upload foto yang sebenarnya tak harus dipajang di Facebook. Pandangan di atas sekaliber artis loh! Yup, artis yang sebenarnya sah-sah saja mengumbar foto dan pengalamannya di media sosial. Toh mereka kalangan orang terkenal yang merasa perlu bagi-bagi informasi dengan para fan. Namun, menurut saya Amy Poehler memiliki sudut pandang yang kritis dan berbeda soal Selfie. Dalam hal ini saya sepakat!

Media sosial jika tidak dikelola dengan bijak hanya menjadi ajang popularitas berlebihan. Gerbang privasi telah runtuh dengan sekali klik “Kirim” jika apa yang kita lakukan dan pikirkan harus selalu bermuara menjadi status Facebook. Stop selfie dan enggak usah lebay di media sosial! 🙂

Daripada narsis, lebih baik mulai “pamerkan” pandangan dalam tulisan dan menjadi bagian dari blogger dunia. Agar pemikiran kita bisa menelurkan karya yang berdaya, bukan cuma gaya.

Iklan

4 thoughts on “Yuk, Kurangi “Selfie” di Media Sosial!”

  1. mungkin mereka-mereka yg selfie di socmed merasa sudah jadi artis.. artis socmed hehehe
    semoga saya tidak termasuk. *lap keringet

    paragraf terakhirnya, saya setuju bangettt! 🙂

    Suka

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s