CCK (Cermat dan Care dalam Kerja Keras)

Hari ini saya belajar banyak hal tentang profesionalitas sebuah urusan. Ya, banyak sekali hal yang harus dievaluasi dan baru tersadarkan saat hari H. Setelah sekian lama, ya kira-kira dua tahun tidak masuk jajaran kepanitiaan sebuah acara. Hari ini saya kembali berjibaku dengan olahan data peserta, pendaftaran ulang, dan koordinasi keuangan dengan bendahara. Sempat shock juga karena baru terbiasa lagi. Sempat loading dan bingung harus berbuat apa.

Setelah hari H berlangsung, saya sadar banyak sesuatu yang terlupa untuk disiapkan. Ternyata kurang cukup untuk peserta yang tak terduga, ternyata begini… ternyata begitu… Selebihnya off the record.

Pelajaran berharga yang saya cerna hari ini adalah:

  • Betapa pentingnya sebuah jobdesk yang disosialisasikan secara face to face, bukan sekadar tercatat dalam sebuah jobdesk tertulis yang terpajang. Karena bagaimanapun komunikasi interpersonal diperlukan untuk mencapai makna yang dimaksud.
  • Pentingnya sebuah list yang menjadi kebutuhan masing-masing komponen.
  • Kesadaran diperlukan untuk saling mengingatkan fungsi masing-masing.
  • Mengkomunikasikan segala keperluan atau masukan acara jauh-jauh hari bukan dalam waktu yang sangat mendesak.
  • Belajar merapihkan arsip dan check list konfirmasi.
  • Stay cool mind saat ada konflik sambil mencari celah untuk win-win solution. Tidak bersikap reaktif pada sebuah permasalahn. Tetapi selalu mencari berbagai kemungkinan untuk kebaikan bersama.
  • Agar pembagian tugas merata, kembali lagi ke komunikasi di awal. Tentunya dengan cara yang santun (tidak terkesan memerintah) dan tekad kerjasama yang baik.
  • Dan yang paling penting : “Belajar dari kesalahan, buat bank permasalahan, kemudian bergerak menetaskan solusi.”

Menurut saya CCK ini membuahkan formula sederhana yaitu dalam segala kerja keras apapun, perjuangan kapanpun dan dimanapun memerlukan 2C yang penting. C1 yaitu cermat dalam profesionalitas kerja, sadar amanah yang diemban dan menuntaskannya dengan hati-hati. C2 yang tak kalah pentingnya adalah care pada rekan seperjuangan dan care pada kondisi tak terduga yang memungkinkan terjadinya konflik.

Sungguh, ditengah kecemasan saya pada segala ketidaksempurnaan diri berperan dalam acara apapun, saya bersyukur Allah menakdirkan untuk berjalan di jalan ini. Sebuah jalan yang sangat beruntung saya bisa memilikinya dalam episode hidup saya. Bertemu dengan orang-orang yang memiliki “jam terbang” belasan tahun di dunia pendidikan. Yang begitu matang dalam mengatasi berbagai permasalahan yang muncul di lapangan. Dan betapa baiknya mereka yang tak sedikitpun memandang sebelah mata pada saya yang baru bergabung seumur jagung. Mereka care dan ramah. Ya, di sana saya menemukan banyak hal dan saya sama sekali tidak menyesal saat memutuskan move on sebagai orang kantoran. Saya mulai mencintai jalan ini, jalan yang penuh riak tantangan bagi seorang pendidik. Thank U Allah SWT…

Foto by AJ-fotografercilik.sdht. Sedikit sentuhan dengan Photoshop+Photoscape. :-)
Foto by AJ-fotografercilik.sdht. Sedikit sentuhan dengan Photoshop+Photoscape.🙂