#PrayforFira

22 Maret 2014 tepat pukul 13.41 WIB, sebuah panggilan masuk menggetarkan ponsel. Dalam panggilan itu terdengar sebuah kabar  yang membuat dunia serasa terhenti. Mamah Fira menelepon saya. Kemudian canda tawa itu, semua keramahan, dan obrolan ceria yang keluar di sela-sela pelajaran seketika terputar dalam ingatan.

“Fira masuk rumah sakit, Bu. Sekarang masih butuh tranfusi 4 tabung golongan darah O. Belum ada diagnosis dari dokter, tapi sekarang ada pengerasan limpa.”

Degg, jantung saya berdetak cepat. Sungguh, tak menyangka kondisinya akan drop seperti ini. Fira yang ceria begitu lemah terkulai dengan tangan bergantung pada selang infus.

Sejatinya, kami baru kenal 8 bulan lalu. Tepat di hari Senin, 19 Agustus 2013, saat saya pertama kali menginjakkan kaki di kelas 6 Sevilla. Sebuah tempat baru bagi saya mengembangkan potensi diri. Seorang anak perempuan yang ceria menyalami saya di sana dan menyambut dengan obrolan khasnya. Obrolan tentang semua idola yang disukainya.

“Ibu, tau coboy junior nggak? Iqbal itu ya… terus Bang Kiki…”

Pada hari itu Fira resmi menjadi anak yang saya temani dalam kesehariannya. Terutama di setiap mata pelajaran. Sebagai tutor anak berkebutuhan khusus, saya banyak belajar dari Fira. Terutama belajar menyesuaikan diri. Fira lambat-laun secara tidak langsung mengajari saya tentang kesabaran menyesuaikan tempo. Ya, saya yang cenderung perfeksionis ini perlahan luluh dengan kondisi belajar Fira. Saya yang selalu menuntut kesempurnaan mulai mencintai seseorang yang jauh dari sempurna.

Dengan kondisi retardasi mental atau biasa disebut MR, saya berusaha menyelami berbagai strategi agar Fira bisa have fun saat belajar dan tidak tertekan dengan berbagai materi pelajaran. Cukup satu konsep lebih dulu dengan cara yang lebih asyik. Jika mulai terlihat sikap tubuh yang bosan, saya mengajaknya keluar kelas dan mulai menyetel lagu-lagu yang Fira suka dari playlist  HP. Fira menempelkan HP saya ke telinganya dan mulai menggerakkan tangan sambil bernyanyi.

Saya senang melihat Fira lebih rileks, bahkan melihatnya bisa tertawa bersama teman-teman sekelasnya bagi saya, itu adalah hal yang menggembirakan. Betapa Fira tidak kesepian saat itu. Karena biasanya Fira selalu menjadi orang yang dijauhi oleh teman-temannya karena dia ABK. Saya masih bisa melihat Fira selalu tersingkir setiap ada pembagian kelompok. Bahkan ada beberapa anak di kelas yang selalu mengatai Fira dengan sebutan yang jelek. Meledek dengan terang-terangan. Saya mulai muak dan menegur mereka untuk tidak bersikap seperti itu lagi tetapi entahlah apakah teguran itu berbekas atau tidak.

Di antara anak-anak yang usil itu, masih ada juga anak yang peduli dan mau menerima Fira dalam kelompok. Mereka begitu sabar menemani Fira dengan segala kekurangannya. Sesekali mereka tersenyum dan saling bercanda. Saya bahagia Fira tidak kesepian lagi.

Akan tetapi, sungguh detik ini saya merasa kesepian ini begitu mendera. Bukan karena saya benar-benar seorang diri. Namun, Fira masih berjuang dengan penyakitnya di usia 13 tahun. Pengerasan limpa? Saya coba mencari informasi tentang limpa yang mengeras di internet, dan menemukan kenyataan bahwa hal itu benar-benar serius karena menyangkut daya tahan tubuh seseorang dan infeksi virus dalam sel darah.

Fira memang bukan sanak saudara saya, namun entah mengapa batin ini begitu terisak begitu terjadi sesuatu dengannya. Seolah dia telah menjadi bagian dari episode hidup saya. Seseorang yang spesial bagi setiap pembelajaran berharga. Hanya Allah sebaik-baik penolong. Rabbi, allahumma rabban-nasi adzhibil ba’sa isyfi Safira wa anta syafi laa syifa illaa syifa-uka syifaan laa yughodiru saqomaa.

Merindukan ceriamu dan ramahnya dirimu menyapa setiap orang. Lekas sembuh ya, Fir…

with Fira
with Fira

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s