Hilang Empati Gegara Parodi

Hey, tahu nggak? Jaman sekarang hidung pesek, kulit hitam, pendek, botak, kribo bisa jadi mendatangkan rezeki nomplok! Pendapatan berjuta-juta sekali tampil. Asalkan… berani dipermalukan, dicibir dalam rekaman layar kaca. Ditonton sejuta pemirsa tanah air. Berani dianiaya, ditendang, dipermalukan, didorong sampai jatuh dengan properti tidak berbahaya dengan warning tulisan berkedip-kedip, “Jangan coba adegan ini di rumah!” Bodoh sekali!

Makanya, jangan heran, orang yang terjatuh asli di depan umum terkadang mengalami nasib serupa seperti di tipi, ditertawakan sampai puas bukannya ditolong. Hey, lo pikir hidup itu reality show apa?!

Segala hal tiba-tiba menjadi lucu dan ditertawakan! Semuanya menjadi parodi dan bahan lawakan. Memangnya dengan menonton parodi setiap hari bisa mengatasi berbagai persoalan hidup?

Tertawa berlarut-larut seperti pemirsa (bayaran) setia di studio tv menyisakan bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak. Maka tak heran, kericuhan penonton bisa terjadi di acara lawakan yang notabene “sumber kesenangan”.  Jika segalanya menjadi parodi, tergeruslah empati dan rasionalitas. Hingga bukan tidak mungkin orang yang asli terjatuh, terluka, teraniaya, hanya menjadi tontonan tanpa pertolongan, bahkan ditertawakan. Banyak tertawa sungguh mematikan hati.

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s