Keluarga, Selaksa Rasa

Suasana yang Menyublim

Suasana di rumah tiba-tiba menyublim. Semua orang sibuk dengan urusan masing-masing. Tak ada lagi canda, tawa, dan saling berseru dengan riang. Semua sibuk dengan pikiran masing-masing. Kehangatan itu sudah lama menguap.

Tertutup oleh pintu prasangka. Saling acuh, saling duga. Ya Rabb… bukan kondisi seperti ini yang hamba inginkan. Bukan kesalahpahaman yang terus memanjang tak berujung. Bukan seperti ini yang hamba harapkan…

Mungkin setiap orang kurang bersabar dengan kekurangan satu sama lain. Dan terperangkap dengan prasangka yang dibangun masing-masing.

Ampuni segala kelalaian hamba sebagai seorang anak yang belum bisa mengabdi sepenuhnya pada Ibu dan Bapak. Ampuni kelalaian hamba yang belum bisa berperan sebagai kakak yang memberi teladan. Ampuni kelalaian hamba yang masih awam dari pemahaman dan sikap seorang istri yang shalihah. Ampuni segala bentuk kelalaian hamba, Ya Rabb…

Sungguh, saya merindukan kehangatan itu kembali. Saya tak ingin jarak ini semakin jauh, hingga tak lagi tersentuh oleh upaya apapun. Bismillah… berusaha sekuat tenaga mengembalikan kehangatan itu melalui proyek “Ingatkah kita”, sebuah cuplikan puisi dan foto berbentuk short-video yang akan tayang segera di tengah ruang keluarga.

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s