Sekadar Pajangan

Manusia kembali pada penciptanya tanpa membawa apapun, kecuali sehelai kafan saja. Itupun akan hancur dikoyak binatang tanah, lapuk seiring waktu. Lalu… mengapa kita disibukkan dengan aneka barang dan properti yang melenakan. Terkadang barang-barang itu tergeletak saja sia-sia tanpa guna.

Banyak barang, menimbun harta benda tanpa ujung. Semua itu membuat lupa pada tujuan abadi awal mula manusia diciptakan. Terlalu bangga atas hak milik benda dan kemewahannya yang sementara. Terperdaya dan terhina.

Manusia selalu menimbun benda ini-itu. Kadang membeli semuanya untuk sekadar jadi koleksi. Biar bangga dipandang manusia. Biar disebut gaya, ikut trend masa kini. Ya, timbun ini-itu.

Prinsipnya selalu ingin yang baru, mengikuti perkembangan jaman. Tinggalkan barang lama padahal masih berguna. Yang baru dikejar, setelah waktu berlalu yang baru berganti menjadi lama, semua ditinggal. Meninggalkan sampah, rongsokan yang tak lagi digunakan.

Manusia terlalu kompleks dengan harta benda. Beli ini-itu dengan alasan untuk cadangan. Setiap sudut penuh barang sekadar pajangan.