Diposkan pada Refleksi

GRGT

grgt

Entah mengapa akronim itu terus terngiang dan berputar-putar dalam otak saya.

GRGT… GRGT… eh apa ini sindrom dari lagu Sherina yang cheerful manja itu??? Kalau itu sih, akronimnya jadi GRGTN alias GeReGeTaN. Tapi beneran ini mah, saya memang GeReGeTaN dengan kondisi saat ini. Saat semuanya bertumpuk dalam satu waktu, saat semuanya harus diselesaikan, saat semuanya dipikirkan terlalu dalam, saat rindu pada de Khanza berkelebatan terus kala mengajar, saat bingung ¯apa yang harus kulakukaaan ¯. Soundtrack Doraemon sangat mewakili pikiran saya saat ini, ¯ingin ini, ingin itu, banyak seekaaaliii ¯ Sayangnya tidak dengan kantong ajaib urusan jadi selesai, banyak PR jangka panjang yang mesti diselesaikan.

Ya, mungkin GRGT ini muncul tiba-tiba karena saya vakum hampir 3 bulan tanpa menyapa blog ini. Lupa kalau saya sudah sekian lama memendam pikiran tanpa mengurai jejak tinta, lupa kalau pikiran yang dipendam bisa jadi sampah mental yang sewaktu-waktu bisa meledak. GRGT ini muncul setelah semuanya baru direncanakan tapi saya bingung harus mulai dari mana. (menulis membuat saya menjaga kewarasan, ups)

GRGT itu bisa bermakna Gerakkan, Rasakan Gapai Target! ya, ini GRGT yang sebenarnya.

Tak ada alasan lagi untuk mager alias malas gerak, karena target sudah di depan mata. Target itu bukanlah sebuah momen tertentu. Target adalah hari esok yang masih misteri. Target adalah segala hal yang harus diselesaikan. Target hidup adalah menjaga segala aktivitas sebagai ibadah. Karena kita telah lahir di dunia ini untuk itu semua dan akhirat sebaik-baik tempat untuk kembali.

Iklan

Penulis:

Aku ingin punya ruang yang cukup tuk ekspresikan semua ide dan gagasanku untuk berbagi dengan yang lain. Di sinilah ruang itu...