Keep Calm and Bismillah

Sindrom sepulang mengajar seharian selalu diakhiri dengan sakit badan, pegal-pegal, kepala pusing, mata berkunang-kunang, dan … (ups, akan selalu banyak alasan untuk mengeluh). Stop!

Saya mencoba untuk tetap calm down dan menjalani semuanya dengan kacamata positif. Tak usah dibuat semakin sulit dan dipermasalahkan, toh masalah tetap menjadi masalah. Hanya respon dan cara mengatasi segala rintangan yang menghadang menjadi penentu utama.

Dapat semilir angin kesadaran dari grup Whatsapp gurusmpht hari ini yang dishare  Pa Ajie, kalau …

Orang yang BAHAGIA bukan karena semuanya berjalan dengan benar dalam kehidupannya. Dia BAHAGIA karena sikapnya dalam menanggapi segala sesuatu di kehidupannya dengan benar.

That’s keyword today!

Ya, saya hampir menyerah melihat rutinitas tumpukan setrikaan menggunung tinggi, kamar yang tak pernah rapi karena dijelajahi oleh bayi satu tahun yang mulai lincah kesana-kemari. Hampir menyerah. Ham… pir… tapi, rasa ini tak akan saya biarkan hinggap terlalu lama. Move on lagi dan lagi. Melihat semuanya dengan sudut pandang berbeda.

Jpeg
My Khanza

Mulai melakukan sesuatu yang bisa memecahkan rutinitas, yup, break my routine. Menjahit menjadi pilihan saya, menjahit apapun yang membuat saya melupakan rasa penat yang ada. Selain itu menemani de Khanza menjelajahi setiap sudut dengan merangkak, menggapai, dan memberi barang-barang yang cukup aman. Membiarkannya bereksplorasi jelang momen tepat satu tahun pada bulan ini.

Untuk kalian yang penat, jenuh, dan lelah. Cobalah menghela nafas sejenak dan lakukan sesuatu yang berbeda. Tetap tenang dan berikan sikap terbaik untuk kondisi apapun, dan… tetap berbekal bismillah untuk setiap ayunan langkah.