Luapan Puisi

Luapan Puisi

(1)

Langit mendung berkabut

Disusuli gemericik hujan

Kening ini terus berkerut

Banyak beban berkelebatan

Punggung ini terkadang lelah

Sulit tegak untuk sekadar bersandar

Pundak ini terkadang berat

Memikul ransel kesibukan sehari-hari

Ada keliru yang terselip di antara semua detil ruang

Terlewatkan tanpa jeli

Inikah yang dinamakan klimaks rasa jenuh

Ada rasa untuk menutup diri dari semua

Yang membuat aku semakin jauh dari waktu

Berharga bersama Tuhanku

Waktu istimewa untuk putri kecilku

Semakin berkurang oleh rutinitas harian

Sepulangku dari zona sibuk itu hanya tersisa

Tenaga yang terkuras habis

Pegal lelah seluruh badan

Allah… kuatkan tubuh ini menopang semua

Nak, maafkan Bunda…

Meninggalkanmu hingga hampir 10 jam

Setiap Senin sampai Jumat

Akankah terus dijalani seperti ini hingga tamat?

(2)

Kekasihku, sore itu pernah ada air mata yang jatuh

Di antara keliru bertindak dan berucap

Engkau pernah memintaku untuk mengerti

Lambat laun aku mulai memahami

Meski awalnya sulit

Meski selalu ada air mata dan emosi terpendam

Saat kita mulai sama-sama bungkam

Kita terus meniti jalan ini

Bersama putri kecil kita yang mulai tumbuh pesat

Berbalik, berguling, merangkak, dan memanjat

Kekasihku, selalu hadir doaku untukmu

Agar Allah menguatkan setiap langkahmu

Mencari sumber energi yang berarti

Meneropong ruang lain untuk kita beralih

Ruang di mana kita bisa merangkai hari bertiga

Hanya bertiga tanpa siapapun

Tetapi kapan?

Hari ini kita masih di bawah tanggungan

Memberi beban sekadar titip-menitip dan sesuap nasi

DSC_0456

(3)

Di antara ritme hari yang terus berpacu ini

Kusempatkan membingkai wajahmu dalam album sederhana kita

Dengan judul tahun pertama kehidupanmu

Sejak kamu lahir dari rahimku

Hingga kamu menapaki setiap ubin dengan kaki kecilmu

Iya, kamu anakku…

Bunda selalu punya alasan agar tetap kuat

Meskipun hari-hari yang dijalani semakin berat

Seolah tak memberi kesempatan untuk rehat

Namun bunda selalu punya alasan agar tetap sempat

Melipat popok, pakaian, dan membilas kostum harian kita

Memandikanmu setiap pagi sebelum bunda berangkat

Menyuapimu mesra setiap Sabtu-Minggu tiba

Selalu ada alasan untuk bertahan sambil mencari nostalgia yang hilang

Merangkai benang, menggerakkan sekoci

Agar Bunda tetap bertahan dalam lelah

Dengan suatu hal yang memberi arti…

Mewujudkan album tahun pertamamu adalah salah satunya, Khanzaku sayang

(4)

Selalu ada titipan ide

Menuntaskan satu per satu rencana yang tertata

Merekap semua karya dari tatap muka

Bersama anak-anak di ruang istimewa

Selalu ada yang menggelegak

Dari setiap tatap muka bersama kalian

Ada hal yang terlewat, ada hal yang muncul tiba-tiba

Selalu banyak kejutan hadir

Terima kasih terus menyimak

Terus terlibat di antara gerak ruang bernama kelas

Terima kasih telah memberi arti

Memberi senyuman sambil menyemaikan ide terbaik

Meski kadang kala kalian selalu sibuk

Mengoceh masing-masing tanpa peduli

Sibuk dengan dunia sendiri

Iya kalian, murid-muridku

Dalam hati tengah tumbuh

Gelegak rasa rindu

Menjalani hari-hari yang haru biru

DSC_3082