Diposkan pada Keterampilan HT, Pendidikan, Refleksi

Eksplorasi dan Tafakkur

Pada titik tertentu di kehidupan kita, tidak peduli di mana pun anda berada, ada ratusan benda di sekitar anda yang menarik dan layak didokumentasikan.

cover

Itulah kutipan dari sampul belakang buku “How to Be An Explorer of The World” yang ditulis oleh Keri Smith. Ini sangat menarik bagi saya karena menjadi salah satu inspirasi untuk konsep utama fieldtrip tahun ini di sekolah. Fieldtrip yang jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika biasanya fieldtrip pasti berjudul tamasya ke sebuah tempat di luar kota menggunakan jasa travel/armada bis. Maka kali ini, formatnya berbentuk backpacker dalam kota dengan destinasi area kreatif. Dengan berangkat secara berkelompok, anak-anak diupayakan untuk membangun kerja sama dan kemampuan menjelajah dalam proses perjalanan.

Kejutan tak terduga pasti akan hadir dalam setiap langkah. Karena belum tentu kenyamanan didapatkan selama proses fieldtrip. Banyak hal yang layak untu didokmentasikan, sekalipun hal tersebut menjadi bagian ketidaknyamanan yang menimbulkan keluh kesah dan gerutuan. Biar saja, yang penting mampu menyerap berbagai hikmah dan makna yang tercecer dari sebuah jejak perjalanan.

Sebenarnya dalam khazanah Islam, proses menjelajah ini sangat berkaitan dengan konsep Tafakkur. Allah telah menggariskan dalam Al-Qur’an jika tafakkur menjadi salah satu kemampuan penting yang dimiliki manusia untuk berperan sebagai khalifah. Membangun peradaban dan membawa misi kemaslahatan bukan semata-mata dilakukan tanpa proses tafakkur. Ada proses yang harus dijalani menuju totalitas peran. Kemampuan menjelajah dan memperhatikan apa yang ada di langit dan di bumi menjadi titah abadi yang digariskan Ilahi (QS. Yunus:101).

Allah memerintahkan manusia untuk memerhatikan, memikirkan, merenungkan, menangkap makna, dan memetik pelajaran dari berbagai hal di muka bumi ini (Islamic Creative Thinking, Mizania). Inilah yang menjadi landasan utama kegiatan fieldtrip yang sesungguhnya. Hidup memang perjalanan yang bukan saja dijuduli seremonial belaka, namun langkah demi langkah sejatinya dilandasi untuk mentafakkuri diri dan dunia. Semoga kemampuan tafakkur ini terus menerus diasah dengan perbaikan kualitas iman dan totalitas ikhtiar.

Iklan

Penulis:

Aku ingin punya ruang yang cukup tuk ekspresikan semua ide dan gagasanku untuk berbagi dengan yang lain. Di sinilah ruang itu...