Diposkan pada Dunia Anak, Dunia Emak, Keluarga

Berkembang Sesuai TakdirNya

DSC_7803
Jelajahi Dunia dengan caramu, Nak…

Hari ini Khanza tepat berusia 15 bulan 8 hari. Ada rasa cemas muncul saat melihat anak-anak lain yang telah lancar berjalan saat memasuki usia 1 tahun, sedangkan Khanza sama sekali belum lancar melangkah. Kakinya masih tertatih-tatih. Cemas mungkin wajar, tetapi semakin tidak wajar kala saya menuntut Khanza untuk segera menyusul perkembangan anak lain dan melatihnya berjalan dengan sedikit memaksa. Ya, mungkin saat ini belum waktunya.

Orang-orang pernah bilang kalau gigi sudah tumbuh banyak tetapi belum lancar berjalan, berarti kekuatan kakinya “keduluan” dengan tumbuh gigi. Mungkin ada benarnya, Allah menghendaki Khanza lebih dulu pintar berceloteh dan meniru setiap kata-kata yang didengarnya. Sekarang giginya sudah mau tumbuh delapan, empat di atas dan empat di bawah. Alhamdulillah semakin cerewet dengan kosa kata khas balita. Bahkan setiap mau buang air besar, dia sudah bisa bilang “Eek eek…”. Ya walaupun pup nya sudah plung di popok. Bahkan terakhir kali saat bilang eek lagi, nyatanya popoknya masih bersih dan berhasil buang air besar di kamar mandi. Hihi, jadi semangat untuk toilet training. 🙂

Semangat ini memang harus disesuaikan dengan kondisi Khanza pula. Mengikuti setiap gerak langkahnya yang semakin lincah. Kalau sudah ketemu tangga, inginnya naik tanpa digendong, sambil bilang “Tas… tas.. (ke atas, maksudnya)”. Segala barang menjadi begitu menarik bagi Khanza. Tempat yang paling disukai setiap pojok ruangan yang penuh buku, lemari yang tak terkunci, dan etalase warung.

Khanza sebenarnya perlu dilatih di luar rumah, itulah pengalaman baru yang saya peroleh saat ke sekolah untuk buka bersama. Teman saya berinisiatif untuk melatih Khanza berjalan beberapa langkah dengan dituntun lalu dilepas. Khanza didorong untuk melangkah maju menuju ponsel dengan video yang disukainya. Meski awalnya tertatih-tatih, akhirnya tanpa disangka Khanza bisa 5-6 langkah tanpa pegangan. Sesuatu yang sulit dibayangkan karena di rumah jarang bisa begitu. Di koridor sekolah, Khanza bisa diajak untuk berlatih berjalan. Alhamdulillah…

Nah, saat di rumah, sepertinya mood Khanza untuk berlatih lagi malah tidak ada sama sekali. Bawaannya malas, manja, dan malah jongkok terus jika diajak berjalan sendiri. Akhirnya, saya dan suami berinisiatif pergi ke taman dengan rumput sintetis alias alun-alun Bandung untuk mengajak Khanza jalan-jalan. Saat tiba di sana, Khanza begitu ceria dan malah semangat buat gogoleran (tidur-tiduran) di atas rumput dan merangkak kesana-kemari. Dia tetap saja masih harus dituntun oleh ayahnya.

Tak apalah. Yang penting Khanza pernah mau berjalan beberapa langkah dan tinggal dilancarkan jika memang sudah waktunya. Yang penting Khanza punya kelebihan dengan kosa katanya yang begitu menggemaskan. Bisa bilang, “Naaak.. (enak), Nyuum.. (minum), Ayaah, Ndaa.., Teteh, Bapa, Bubuu, Kan (ikan), Toto.. (nonton), Mau, Gamau, Bobo, Eek, Popo (popok), Nyen (Mimi ASI), mamam, tas (ke atas), wah (ke bawah), Ngi (wangi), Ngin (Dingin), Enin, Uwaa, daaan kosa kata lain yang tak terduga.” Subhanallah, begitu indah ciptaan-Mu Ya Rabb. Begitu terasa setiap perkembangan Khanza yang Engkau anugerahkan. Bimbing langkah hamba sebagai seorang Ibu agar selalu sanggup menemani setiap jengkal keistimewaannya. Hamba yakin setiap anak begitu istimewa dengan segala kelebihan dan keterbatasan yang dimiliki. Semakin mencintaimu, Nak.

DSC_7813

Iklan

Penulis:

Aku ingin punya ruang yang cukup tuk ekspresikan semua ide dan gagasanku untuk berbagi dengan yang lain. Di sinilah ruang itu...