Langkah Kecil Menuju Besar

IMG_20160528_205157

Mengambil beberapa langkah kecil untuk memulai sebuah perjalanan yang ribuan langkah jauhnya bisa menjadi penambah semangat yang luar biasa. Itulah yang saya serap dari “Life Lesson for Busy Mom”. Dengan semangat faidza faraghta fanshab, saya kembali disegarkan dari penatnya tugas rumahan yang tak ada habisnya. Ya, inilah langkah kecil itu. Langkah menuju besar, impian besar yang bisa dicapai dengan menuntaskan langkah-langkah kecil dengan terus bersabar. Tidak mengeluh lagi dengan karakter suami yang kalau kata Pak Ridwan Kamil dalam bukunya “Mengubah Dunia Bareng-Bareng”, istri itu clean after me. Segala jejak suami dijadikan indah dan bersih oleh sang istri. Suami yang kebiasaannya buang bungkus permen atau korek kuping di saku celana. Hihi, kalau terus-menerus dikeluhkan malah cape hati yang tersisa. Bersihkan saja, maklumi, dan utarakan keluh kesah dengan hati. Bukan uttaran yaa.. Haha.

Setrikaan lagi-lagi menumpuk. Don’t worry. Bersemangatlah untuk mencapai bagian bawah keranjang setrikaan, dan hadiahi diri sendiri dengan secangkir green tea hangat setelah tugas setrika selesai. Itu yang biasa saya lakukan kalau sudah mencapai sebagian langkah kecil. Menghibur diri sendiri dengan camilan dan dessert sederhana.

Ketika saya begitu sibuk pada siang hari karena Khanza tidak mau lepas sedetik pun, saya begitu bahagia ketika malam tiba. Khanza sudah tertidur dengan lelapnya dan saya bisa leluasa mengerjakan yang belum selesai. Sekadar meneruskan jahitan baju yang tertunda-tunda atau sejenak blogging menumpahkan gagasan yang sempat tersendat dalam pikiran. Menjadi seorang ibu memberi saya tantangan sekaligus kesempatan menempa diri dan mengisi jiwa. Gaya hidup menjadi sesuatu yang bermula dari langkah kecil memulai dan menuntaskan hari. Apakah semakin ringan dengan pembiasaan atau semakin berat karena banyak menunda.

Awalnya, saya sempat merasa kacau dengan kondisi ini. Seakan menjadi seorang ibu tak ada sedetikpun untuk rehat. Tetapi Allah Maha Adil, Maha Pemberi Pundak bagi setiap beban yang saya pikul. Semua pembiasaan memerlukan waktu untuk diterapkan. Saya hanya perlu menetapkan prioritas, menjaga semangat agar semua tetap tuntas, dan rehat sejenak dengan mengisi jeda yang kreatif, meskipun hanya dengan mencoret-coreti koran dan membuat puisi dadakan, seperti yang dilakukan Austin Kleon. Rasanya seperti menemukan energi kata-kata di sela kesibukan harian.