Jadi Manajer Kelas @SMPHT

Kurang lebih baru 3 bulan saya merasakan pahit getir sebagai seorang manajer kelas. Yups, getir yang ada manis-manisnya😛 (iklan). Tiga bulan bisa dibilang terlalu singkat jika menyimpulkan, namun ada rasa yang menjalar ketika riak-riak persoalan muncul ke permukaan. Dan inilah yang saya rasakan selama proses ini berjalan:

  1. Mendengar segala hal anak-anak di kelas saya itu… satu sisi membuat bangga, satu sisi juga kecewa.
  2. Membersamai segala momen bersama mereka menjadi hal yang tak tergantikan, apalagi jika kebersamaan yang saling menguatkan dalam ingatan kebaikan.
  3. Setiap angkatan selalu dibanding-bandingkan, dan ini kerapkali terjadi meski idealnya tak sepadan. Hey, every child are different and unique!
  4. Ada sisi diri yang mengelak jika orang lain membicarakan keburukan anak-anak, bukan mengingatkan dan meluruskan tetapi hanya berlarut dalam gerutuan tak berujung.
  5. Mencoba menyelami berbagai karakter dan mengenal lebih dekat setiap anak itu perlu.
  6. Bekerjasama dengan orangtua agar lebih kooperatif dan fokus pada perkembangan anak, bukan hanya persoalan dan masalah yang terus muncul.
  7. Bicara pada mereka yang bisa menjadi promotor dan inisiator itu penting.
  8. Melihat kesolidan anak-anak menjadi dinamo pergerakan yang labil. Bisa dibawa ke arah yang baik ataupun sebaliknya.
  9. Kemampuan mendengar dan mendengarkan harus lebih diasah dari waktu ke waktu.
  10. Komunikasi yang berjalan akan lebih clear jika dilakukan dengan tatap muka, bukan lewat JAPRI chatting semata atau berkoar di media sosial.
  11. Mengenal kalian memberi arti pembelajaran yang hakiki tentang bagaimana memahami, saling belajar menguatkan saat jatuh, keluar dari zona nyaman, dan belajar bagaimana cara memenangkan hati.

Itu saja untuk hari ini. Terima kasih telah menjadi bagian dalam episode hidup. Thanks fifthory!

This slideshow requires JavaScript.