Pendidikan, Refleksi

Hitam Putih 9 Sa’ad

dsc_1033
Thanks for suprise in Great Teacher Day

Banyak hal. Ya, masih banyak hal yang harus kita bicarakan dengan baik. Dengan cara hati ke hati. Bukan membawa emosi. Banyak harapan yang masih bisa disematkan, saat kalian justru sering menorehkan jejak kelam melakukan hal-hal di luar komitmen diri sebagai pelajar yang memiliki prinsip “Aku adalah Pemimpin”. Waktu yang kita miliki teramat singkat bila diraba dengan jari di atas kalender yang sesaat lagi tahun kan berganti. Teramat singkat.

Hari itu masih hari yang biasa saja pada awalnya. Setiap Jumat tiba, saya selalu berkomitmen, selelah dan sesakit apapun saya, semasih bisa tegak berdiri, saya harus berangkat ke sekolah, tak boleh melewatkan sedikitpun momen ba’da Jumat, selepas anak-anak makan siang. Di sana ada momen forum kelas. Dan kejutan itu terjadi. Saya masih belum menyangka, anak-anak bisa mempersiapkan semua kejutan itu dengan begitu rapinya. Jika ada guru lain bilang, sedikitpun dia tak akan menangis dengan semua kejutan yang diberikan, maka bagi saya mereka berbeda. Hari itu air mata saya mengalir tak tertahankan. Di balik chaos-nya anak-anak, ya, di balik semua imej tanda kutip mereka, masih ada secercah harapan untuk berubah ke arah yang lebih baik. Hanya perlu cara dan bersabar pada waktu.

Hey, kalian… pada tanggal 25 November 2016, mungkin bisa menjadi bagian episode hidup yang takan terulang. Takan terulang dan masih membekas dalam ingatan. Di antara balon hitam putih dan belasan tangkai mawar yang kalian persiapkan, Ibu harap, kita tak hanya larut dalam euforia semata. Merayakan segalanya dengan begitu bebas, tetapi lupa bagaimana bertindak pada hari-hari biasa. Masih banyak PR yang harus kita selesaikan. Masalah kebersamaan, masalah identitas yang harus kita pertahankan, keluhan demi keluhan yang selalu datang saban hari sesaat guru menganggap kalian nakal dan sulit diatur. Bagi saya,  kalian istimewa. Kalian berani berbeda. Kalian punya karakter kuat. Tetapi… arahkan kekuatan itu pada kutub yang memberdayakan kalian semakin maju dan berkembang. Bukan semakin terpuruk dan pantas diremehkan oleh yang lain.

Terima kasih atas ikhtiar kalian untuk memulai kenangan yang berkesan. Sungguh, dengan momen hari guru yang berbeda tempo lalu, membuat cara pandang saya menjadi lebih terbuka.

Ayo, sama-sama perbaiki yang telah keliru. Sama-sama menyelesaikan apa yang telah dimulai. Sama-sama berjuang memahami satu sama lain. Sama-sama mengalahkan emosi dan ego masing-masing. Bukankah kita masih dan harus memenangkan hati di atas ego sendiri?

Sehitam apapun kalian, seputih apapun kalian, kita masih berjalan beriringan dalam waktu yang tersisa. Ya, kurang lebih 5 bulan efektif lagi. Sebelum kalian sibuk dengan urusan masing-masing melanjutkan perjuangan masuk SMA yang diharapkan. Sebelum semuanya terlambat dan ditelan pusaran waktu. Saya sayang kalian bukan hanya sebagai manajer kelas, tetapi juga seorang kakak yang ingin adik-adiknya sukses dan punya pendirian yang kuat. Paham bagaimana harus bertindak di jalan yang benar dan selalu berjuang mempertahankan kebaikan. Sayang kalian, sungguh!

dsc_1057

Iklan