Geografi, Lembaran Memori, Momentum, Refleksi, Work by Work

Momen Di Balik Ketinggalan HP

Saya baru saja meluncur jalan pulang dari sekolah memakai motor milik adik yang tengah libur kuliah. Pikiran saya saat itu sedang tak fokus. Antara takut kehujanan padahal cuma gerimis dan ingin cepat pulang jemput anak untuk kembali ke kontrakan.

Lucunya sebelum ke parkiran motor, saya sempat mengingatkan teman yang ketinggalan hpnya di ruang atas. Padahal hp saya sendiri tergeletak indah di meja ruang guru. Sepanjang perjalanan sama sekali tak memeriksa tas dan sesampainya di rumah panik karena ternyata hp tertinggal di sekolah. Paniklah saya… Memang sih aman karena insya allah teman akan menyimpankan tetapi saya bersikeras untuk mengambil dan balik ke sekolah demi konsistensi menulis ODOPfor99days agar tetap berlanjut. 😄😅

Pukul 5 lebih saya sampai di sekolah dan ternyata gerbang sudah mau ditutup dan ceritanya harus menyusul teman yang menyimpankan hp saya. Meluncurlah saya diantar adik naik motor sambil menggendong Khanza ke rumah teman yang tak jauh dari sekolah. Berharap langsung menemukan hp di teman karena hari semakin petang. Setelah sampai di rumah, saya menunggu dan disambut orangtua teman saya karena justru teman saya masih di jalan pulang ke rumah. Dari situ saya sempat menunggu teman dan gerimis dalam obrolan ringan. Lelah seharian di sekolah ditambah kejadian di luar dugaan ini membuat saya menyerap hikmah luar biasa tentang perjuangan dari nol berumahtangga. Orangtua teman saya seolah memberikan energi baru kalau tahun awal-awal berumahtangga pasti bergelut dengan sekelumit perihnya hidup. Seperti bolak-balik rumah-tempat kerja, menitipkan anak, dan hidup mengontrak. Obrolan yang mengalir, singkat namun kaya hikmah. 

Teman saya akhirnya tiba, dan… Ternyata hp saya masih di sekolah dan diamankan oleh kepala sekolah yang tinggal di sana. Hihi 😅 bolak-balik ternyata. Sambil menghaturkan maaf karena kejadian merepotkan ini, saya pamit pada orangtua teman dan kembali ke sekolah. 

Hal kedua betapa saya bersyukur punya adik laki-laki yang bisa diandalkan dan mulai bersikap dewasa. Dia satu-satunya anak laki-laki di keluarga. 

Hp pun saya ambil selepas Maghrib di sekolah dan pulang ke kontrakan sekitar pukul 7 malam. Lelah? Iya… Tapi banyak hikmahnya. Pembelajaran berharga. Fokuskan pikiran, pastikan tak ada yang terlewatkan. 

Ini adik saya yang beda 2 tahun jarak lahir tetapi malah disangka suami. 😅😆

#ODOPfor99days

Iklan