Dunia Emak, Keluarga, Life Lesson for Mom, Refleksi

Senin yang Kacau

Saat saya merasa bersemangat untuk menata langkah di Senin pagi, bersiap menyambut rutinitas Senin yang padat. Sisi lain posisi sebagai seorang ibu dari bayi 22 bulan malah tersentak. Saya batal mengajar dan mendadak ijin dengan kostum yang sudah lengkap sebelum berangkat.

Khanza tidak mau apapun selain diberi ASI padahal sejak bangun saya belum makan apa-apa. Akhirnya saya mengalah dengan menyusui sambil memasak nasi goreng untuk sarapan. Berharap Khanza mau makan meskipun sedikit. 

Entah mengapa, sama sekali tidak mau apapun kecuali digendong dan disusui. Bahkan saya ingin buang air kecil pun, dia harus ditinggal dengan kondisi menangis teriak-teriak. Hari ini mungkin pasti datang. Qodarullah semuanya tantangan yang menampar posisi saya sebagai ibu yang mengajar dan menitipkan anak pada neneknya. 

Seharian dia tak mau lepas sedikitpun kecuali dijaga moodnya, semua keinginannya harus dituruti. Leher dan badannya menghangat sejak pagi. Ternyata demam. Sampai malam tiba, dia hanya bisa tidur di pangkuan.

Saat dia bangun saya tak bisa melakukan apapun kecuali menemani di sampingnya. Saat beranjak untuk wudhu, dia menangis keras dan akhirnya saya sholat sambil menggendongnya. 

Saya lagi-lagi merasa bersalah dengan kondisi ini. Betapapun idealnya impian saya dan rencana cemerlang untuk sekolah tempat saya mengajar, rasanya realita bersama si kecil justru tak tak seideal yang diharapkan. Kala kondisi ini muncul, saya selalu berbisik padanya saat dia tidur. “De, sabar ya. Nanti Bunda pasti nemenin dede di rumah seharian.” Untuk saat ini hanya berlaku hari Sabtu dan Minggu. 😥 Sedangkan hari lain berlaku kalau kondisi ini terjadi lagi.

Saya membayangkan bagaimana ibu-ibu lain yang serupa kondisinya dengan anak lebih dari satu. Rasanya saya memang harus banyak belajar sebagai ibu yang melapangkan hati, menyegarkan pikiran sendiri, dan melihat kondisi anak sebagai tolak ukur perjuangan saya seutuhnya. 

*reminder diri sebagai ibu bekerja

#ODOPfor99days

Iklan

2 thoughts on “Senin yang Kacau”

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s