Diposkan pada Momentum, Pendidikan, Refleksi

Sebelum Beranjak 

Apa yang kamu lakukan jika suatu waktu yang telah ditentukan, kamu akan pergi meninggalkan tempat yang cukup banyak menyimpan arsip perasaan. 

Bagi saya, mengupayakan yang berkesan adalah kuncinya. Ketika satu, dua, tiga tahun cukup membuat diri larut dalam haru biru dinamika interaksi. Perasaan jengkel, marah, kecewa, bahagia, dan canda tawa mampu membuat tertegun sejenak. Kemudian membawa saya pada sebuah pertanyaan yang terus berulang, “Sanggupkah saya meninggalkan arsip perasaan ini?” Meski berat, saya harus menjejakkan langkah dalam waktu yang tersisa. 

Membenahi yang belum selesai, mengevaluasi segala rencana, dan memberikan yang terbaik bagi siapapun. Ya, garis waktu itu seolah tergambar jelas di hadapan. 

Saya hanya ingin mengukir jejak rekam yang bisa memberikan manfaat atau minimal tak menorehkan luka. Melakukan segala hal yang bisa membuat diri terpacu menjadi lebih berdaya. 

Saat waktu itu telah tiba, mau tidak mau saya harus menutup rapat segala kenangan dan berpikir logis untuk meneruskan langkah dimana seharusnya berlabuh. Bagaimanapun saya banyak belajar dari arsip perasaan ini. Segala interaksi yang ada mematangkan perasaan yang kadang mudah terbawa emosi dan prasangka. 

Maksimalkan dengan totalitas perjuangan. 

Iklan

Penulis:

Aku ingin punya ruang yang cukup tuk ekspresikan semua ide dan gagasanku untuk berbagi dengan yang lain. Di sinilah ruang itu...

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s