Jembatan Kehidupan

Semester ini, kelas 7 SMPHT berjibaku dengan segala hal tentang jembatan dalam mapel prakarya. Pembelajaran dari kurikulum 2013 ini sebenarnya cukup rumit untuk selevel mereka.

Betapa tidak, mulai memahami konstruksi, jenis, rancangan sketsa, dan membuat miniatur jembatan ini memerlukan pemahaman lebih karena bagian dari materi teknik sipil. Bahkan dalam pembuatan jembatan sendiri, ada pemahaman yang beririsan dengan Fisika terkait Hukum Newton. Waw, kalau dijelaskan lebih lanjut. Saya kurang mumpuni dalam hal ini 😅😅😂 namun intinya anak-anak bisa mengaplikasikan titik tumpu dalam pembuatan miniatur jembatan mereka. Bagaimana caranya jembatan yang dibuat mampu menanggung beban kendaraan meski ditimpa mobil-mobilan sekalipun. Berkreasi dengan ciri khas masing-masing. Tugas miniatur ini nantinya menjadi proyek UTS yanh bersifat On The Spot alias mengerjakan di sekolah dengan alokasi waktu yang ditentukan, mirip challenge per kelompok. Ada  15 miniatur jembatan yang dihasilkan dari 1 angkatan kelas 7 Sevenation. 

Nah, hari ini di kelas 7 Ibnu Abbas, saya mendapatkan binar kebahagiaan dan rasa lega setelah anak-anak berhasil menyelesaikan gambar jembatan dengan on time. Ada yang masih bergelut hingga menit terakhir saat bel berbunyi. Inilah anak-anak yang selesai tepat waktu. 

Setiap anak tentunya punya tempo dalam menyelesaikan tugas mereka. Saya ingin mereka memaksimalkan tempo masing-masing dengan potensi yang berbeda. Ada yang keliru dalam bentuknya, seharusnya A3, ini malah menggambar di kertas A4. Tetapi saya maklumi karena ia sudah berusaha keras menyelesaikan. 

Anak-anak yang belakangan mengumpulkan bukan berarti lambat potensinya, namun bisa jadi mereka punya ciri khas lebih teliti dan ingin karyanya maksimal. 

Anak-anak yang lebih dulu selesai memiliki waktu yang leluasa untuk melakukan hal yang mereka sukai, seperti bermain slime dengan riang. 

Jembatan yang mereka buat begitu variatif dan punya karakter tersendiri. Teringat pada sebuah analogi kalau jembatan menjadi media menghubungkan dua sampai lebih halang rintang atau hambatan fisik. Maka dalam kehidupan sebenarnya, kita harus bisa berperan menjembatani komunikasi dengan sesama. Menjembatani berbagai kepentingan yang ada. Materi jembatan ini mendorong saya semakin bersemangat belajar konstruksi apapun. Minimal paham membuat miniaturnya lewat kreativitas anak-anak yang justru tak terduga dan full out ketika diberi tantangan lebih. 

*blogging di kelas sambil menunggu seorang anak yang mengumpulkan tugas cover buku prakarya. 

#ODOPfor99days

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s