NHW#5 Desain Pembelajaran 


Bismillah walhamdulilah. Di penghujung hari yang lelah, di antara sekian padatnya jam mengajar di sekolah, ada suatu kondisi yang terus saya alami, bahwa saya sebetulnya tengah mendidik diri sendiri.

Lewat memutuskan untuk bergabung dengan matrikulasi ibu profesional, berkomitmen, menumbuhkan motivasi, dan jatuh bangun dalam aktivitas belajar. Kini saya diingatkan Nice Homework #5 tentang sebuah grand desain pembelajaran, semacam RPP yang khas ala diri, namun sungguh saya terpaku sekian lama. Desain pembelajaran ini tak semudah membuat RPP mengajar di sekolah. Desain pembelajaran ini akan terus diaplikasikan sepanjang hidup, terlepas masih berperan sebagai guru atau tidak. 

Desain pembelajaran ini terinspirasi dari Quantum Learning-nya Bobbi DePorter. Maka dengan materi pembelajaran Pendidikan Desain Komunikasi Visual sebagai platform Edusigner, desain pembelajarannya sebagai berikut dengan 2 versi, yaitu sebagai pemandu buah hati yang mau 2 tahun dan posisi guru sekaligus teman baik anak-anak di sekolah.

1. Apa yang bisa menumbuhkan minat& motivasi anak lewat prolog yang memikat? 

  • Sebagai pribadi: mengasah visualisasi dengan mencatat poin penting yang membangun kualitas diri lewat doodling, bersumber dari buku, kegiatan seminar/pelatihan, ruang dengar, dan film yang edukatif. Ilustrasi foto yang mendukung makna, cari sudut yang menguatkan inti pemahaman.
  • Pemandu Khanza yang 2 tahun: Sisi visual lebih dominan karena ia cenderung melihat warna-warna mencolok lewat ragam cover buku. Akhirnya ia selalu bertanya ini itu apa. Di samping itu, auditorinya mulai berkembang dengan peka, suara burung membuatnya kagum, suara bayi tetangga membuatnya menyimpulkan, ” Ah, dede nangis.” Murotal anak yang diperdengarkan membuat Khanza mengikuti perlahan dengan bergumam. 
  • Teman baik remaja di sekolah: Lewat poster atau update informasi media sosial tentang timeline pembelajaran dan proyek terdekat. Memancing mereka dengan mindmap pembelajaran yang unik.

2. Bagaimana cara memberikan pengalaman yang bermakna? 

  • Sebagai pribadi: melibatkan diri dengan total dengan prinsip Focus One Bit a Time dan Faidza Faraghta Fanshab. 
  • Pemandu Khanza 2 tahun: membersamai Khanza sepulang sekolah atau weekend tanpa disambil dengan ponsel kecuali benar-benar penting agar Khanza tidak ketergantungan nonton video animasi dari ponsel. Fokus pada setiap geraknya dan sabar menjawab setiap pertanyaannya. 
  • Teman baik di sekolah: memberikan aktivitas pembelajaran yang mengena dengan menguatkan tujuan di awal. Libatkan analogi visual agar pembelajaran lebih tergambar.

3. Sumber belajar dan data penting yang relevan

  • Sebagai pribadi: referensi buku dan situs yang berkaitan dengan peningkatan wawasan bahasa visual, seperti buku Visual Leader, Visual Meeting, DKV, Pengantar Ilmu Komunikasi, The Doodle Revolution, dan buku lainnya yang relevan. Konten utama di dalamnya tetap bersumber dari pengkajian Al-Qur’an dan Hadits.
  • Pemandu Khanza: Buku serial IIP mulai dari Bunda Sayang, Bunda Cekatan, dan Bunda Produktif. Terutama buku Fitrah Based Education. Kemudian buku pengasuhan anak seperti buku Orangtua Anti Panik. 
  • Teman baik di sekolah: Kelas 8 mengenai fotografi dan pengantar desain komunikasi visual untuk mengaplikasikan pembuatan poster dan tipografi pesan positif. Personal branding kelas 9 lewat OneDayOneStoryfor60days dan desain profil halaman buku Fifthstory.

4. Langkah aplikasi pengetahuan baru (demonstrasi) 

  • Sebagai pribadi: share infografis/doodling pesan positif lewat media sosial dan blog. Bismillah… Next time ingin menerbitkan buku Edusigner. 
  • Pemandu Khanza: menangkap jejak rekam aktivitas bermain Khanza lewat portofolio sederhana setiap weekend. 
  • Teman baik di sekolah: mengaktifkan komunitas jaringan lewat FB/IG/Line/Whatsapp sebagai reminder pembelajaran dan media berinteraksi non formal bersama anak. Memberikan timeline di luar kelas agar anak bisa tetap belajar bereksplorasi melalui blog pribadi masing-masing.

5. Review Pembelajaran

  • Sebagai pribadi: mengevaluasi tiap bulan apa yang harus diperbaiki dari setiap detil peran, seperti tugas istri (to do list belanja keluarga), tugas ibu, dan pemahaman baru apa yang didapatkan lewat konsistensi menulis di blog pribadi.
  • Pemandu Khanza: Follow up portofolio khanza lewat direktori yang lengkap mulai dari foto, video, dan jurnal kegiatan kebersamaan. Apa yang harus diperbaiki dan ditambahkan untuk aktivitas selanjutnya.
  • Teman baik di sekolah: mengaplikasikan sesi refleksi di setiap akhir pembelajaran lewat angket visual dan ulasan di depan kelas yang diwakili beberapa siswa tentang materi pembelajaran yang telah dijalani.

6. Momen apresiasi atas usaha dan keberhasilan belajar

  • Sebagai pribadi: memberi hadiah pada diri dengan buku baru yang menambah wawasan pembelajaran sebagai ibu, istri, dan individu. 
  • Pemandu khanza: mengajak anak berjalan-jalan dan eksplorasi ke tempat baru untuk memancing rasa ingin tahunya terhadap banyak hal.
  • Teman baik di sekolah: apresiasi lewat penghargaan visual lewat media sosial agar yang lain ikut tergerak memperbaiki ikhtiar diri dalam belajar dan memberikan hadiah berharga untuk anak-anak yang total bersungguh-sungguh di ujung semester. 

Itulah desain pembelajaran ala saya (Wildainish) yang menjadi 3 irisan peran saya saat ini. Bismillah… Berjuang bergerak dengan platform desain yang telah dirancang.

Salam Ibu Profesional,

Wildaini Shalihah

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s