Hilang Fokus = Terbawa Arus


Otomasi kini telah menembus nyaris setiap aspek kehidupan kita. Otomasi disini berarti segala perangkat yang ada telah dengan sendirinya bekerja dengan otomatis. Kita bekerja di kantor-kantor di mana telelon para pelanggan diarahkan ke departemen yang sesuai oleh sistem terkomputerisasi. Begitu ponsel menemukan sinyal Wi-Fi, sistem ponsel dengan otomatis mengupdate sendirinya dalam sinkronisasi yang seringkali di luar kendali.
Begitupun mental kita yang terotomasi. Otomasi mental membiarkan kita memilih, nyaris secara tanpa sadar, apa yang harus diperhatikan dan apa yang harus diabaikan. 

Hal mencengangkan ketika kecelakaan pesawat yang selama ini terjadi kadang bukan gara-gara cacat mesin, melainkan kegagalan memperhatikan. 

Membangun model mental berfungsi agar kita tetap tenang dan terfokus dalam lingkungan yang kacau-balau dan tidak kalap kewalahan. 

Orang-orang yang sangat bagus dalam mengelola perhatian, cenderung memiliki ciri-ciri tertentu. Salah satunya adalah kecenderungan membentuk gambaran dalam benak mengenai apa yang mereka pikir seharusnya. Orang-orang ini menceritakan kisah kepada diri sendiri mengenai apa yang sedang terjadi. Mereka menarasikan pengalaman mereka sendiri dalam kepala. Mereka membayangkan hari-hari mereka secara jauh lebih spesifik daripada orang-orang lain. 

Saya ingin belajar fokus dengan cara menarasikan pengalaman lewat menulis. Fokus pada satu buku untuk waktu tertentu hingga benar-benar paham isinya. Belajar menjadi benar-benar produktif berarti kita harus mengendalikan perhatian. Sewaktu berkendara ke kantor atau tempat tujuan selanjutnya, paksa diri membayangkan akan seperti apa hari kita. Agar langkah-langkah kecil di hari itu telah jelas tujuannya, tak sekadar melangkah dan menjalani hari. 

Kita harus membuat keputusan di tengah arus informasi yang begitu deras, dan itu termasuk menentukan apa yang pantas kita perhatikan. Karena kalau hilang fokus berarti mau tak mau arus akan menyeret kita dan tenggelam jauh dari target yang harus kita perjuangkan. Apa yang tak menghebatkan diri dalam setiap perab kehidupan, baikya SKIP saja. Kembalilah menghubungkan titik-titik kehidupan dengan naluri kendali yang kuat. 

#ODOPfor99days

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s