Materi Matrikulasi IIP#7: Rejeki itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari

Malam ini saya menyerap materi matrikulasi Ibu Profesional pada sesi ke-7. Setelah pulang mengajar tak sempat membuka ponsel dan bergabung dalam diskusi 30 menit lebih dekat dengan Bapak Dodik Mariyanto. 

Alhasil, setelah Khanza tertidur pulas, saya berusaha scroll atas bawah panjang lebar sambil menyimak perlahan pasca obrolan berlalu 3 jam yang lalu. Dalam perbincangan tersebut, beliau punya karakter jawaban yang singkat dan langsung mengena, meskipun pertanyaan yang diajukan berbaris sekian alinea. Jadi ingat karakter suami sendiri. πŸ˜… Wow, kata-kata super irit tapi menggigit. ☺😊 Membuat diri berpikir kembali oh iya ya, sesimpel itukah. Kembali menekuri diri untuk mereview dan mengevaluasi. Kalau kata Teh Ziyana, kalimat-kalimat meluncur bak setruman πŸ˜†

Pernyataan yang saya noted πŸ“ dalam diskusi tersebut sebagai berikut.

  • Bunda dapat memerankan leader dalam beberapa kesempatan, dengan tetap meletakkan kehormatan kepada suami. Diantaranya dalam mengambil keputusan tetap meminta persetujuan suami. Peran ini dapat dimainkan bergantian, pasangan bisa saling melengkapi.
  • Menjadikan keluarga hebat hanya dengan hidup bersama mereka: bermain bersama, berkegiatan bersama, ngobrol bersama. Anak2 dan istri yang gembira dan bahagia dalam berproses dan berkegiatan bersama di rumah. Itu yang membuat saya sangat senang.
  • Pada suami, selalu sampaikan harapan dan pertimbangan Bunda. Dengarkan pula pendapatnya. Kemudian carilah solusi bersama, ditanggung bersama dan dijalani bersama. Kenali Frame of Reference dan Field of Experiencenya agar dapat berkomunikasi dengan efektif. Kemudian terapkan mantra dasar IIP: Perbanyak main bareng, berkegiatan bareng dan ngobrol bareng
  • Untuk problem LDM, sekarang ini teknologi sudah memungkinkan ayah tetap dapat terhubung dengan ananda meski berjauhan. Manfaatkan itu dengan baik. Bunda dapat membantu ananda untuk mengenal ayahnya dengan baik pula melalui dongeng, cerita tentang aktivitas ayah dan sosoknya, dll. Ayah yang bekerja diluar rumah bukan berarti tidak bisa tetap berinteraksi dan terhubung erat dengan keluarga. Pertama hati dan niyatnya bahwa keluar bekerja itu untuk anak dan keluarga. Kemudian manfaatkan teknologi untuk tetap terhubung dengan keluarga
  • Area Dapur itu tempat bermain yang asyik. Dan kami jagoan kasti hahaaaπŸ˜…πŸ˜†
  • Saya tidak tahu Bund. Bunda mesti mendiskusikannya dengan suami, tuliskan berbagai pertimbangannya dan konsekuensinya. Kemudian ambil keputusan dan jalankan.
  • Seberapa luas manfaat yg bisa dirasakan oleh orang lain sebagai tanda kita sudah produktif, se RT, RW, klurahan,kecamatan?.. ➑ Tidak ada batasan. Bunda yang menentukannya sendiri
  • Imam itu utama. Tidak ada namanya jamaah tanpa imam. Anak dan istri adalah tanggung jawab saya, dunia akherat. Maka saya berupaya keras untuk menetapi amanah itu dengan sebaik2nya untuk kelak saya sampaikan pertanggungjawaban saya kepada Sang Khalik
  • Mulai dari yang sederhana, Bunda dan anak2 dulu asyik bermain dan berkegiatan. Kemudian ngobrol seru. Lakukan itu dengan bahagia tanpa menuntut kehadiran dan keterlibatan suami.
  • Bila Bunda sungguh2 berbahagia dan seru beraktivitas dengan anak2, insya Allah suami akan senang hadir bersama. Andaikatapun tidak, tidak ada ruginya kan hidup berbahagia bersama anak2…?
  • Lakukan saja mantra dasar IIP, nanti kan lama2 nyambung dan selaras. 🌟🌟🌟🌟🌟

Serap pelan-pelan ternyata hikmahnya komunikasi, komitmen atas kesepakatan bersama suami, kesungguhan memaknai setiap momentum. Bukan saja dengan anak/suami tapi benar-benar merasakan momen bersama secara total fisik dan hati. Batasan kebermanfaatan kita yang menentukan sendiri karena kita-lah yang berperan secara langsung. Selalu menjaga sikap saat menapaki setiap langkah ikhtiar untuk mencari kemuliaan. Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI. 

Salam Ibu Profesional,

/Wildaini Shalihah/

#ODOPfor99days

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s