Mendengarkan+Menerima=Kualitas Hubungan

Satu mulut, dua telinga. Anehnya yang lebih sering berfungsi itu justru mulut. Kadang tanpa sadar menggerutu, mengoceh, mengeluh, dan menyudutkan yang lain. Dua perangkat yang menempel di kepala sebelah kiri dan kanan terkadang lalai dan mengabaikan. 

Semua informasi yang bermanfaat hanya lewat sambil lalu. Semua yang harus diserap tiba-tiba menguap. Hari ini saya belajar dari sebuah kualitas hubungan yang dibangun di kelas. Saat penerimaan dan usaha mendengarkan telah diabaikan, bersiaplah hadapi rusaknya hubungan. Hubungan yang dimaksud di sini sebuah nilai pertemanan. 

Pertemanan tak ada yang abadi, bukan? Bertemu teman di lingkungan TK, SD, SMP, SMA, kuliah, hingga area kerja dan komunitas lainnya. Semuanya terbatas dengan dimensi tempat dan waktu. Berhargakah teman atau follower beribu-ribu di media sosial? Cukup dengan angkakah ukuran nilai pertemanan? Saya rasa tak cukup dengan itu. Tapi bagaimana membangun sebuah hubungan yang baik, berlandaskan prinsip saling mengingatkan dalam kesabaran dan kebaikan. Lebih baik lagi jika saling menginspirasi satu sama lain.

*reminder hari ini di perjalanan pulang mengajar di atas angkot Cimahi-Leuwi Panjang

#ODOPfor99days

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s