Belajar Menjadi Duta Sayuran

Aku? Jadi duta shampo? 😱 Nggak lah! 😝 Aku sekarang belajar jadi duta sayuran. 😊 Yups, itulah ide yang tercetus sebagai bagian pembelajaran prakarya kelas 7. Setelah materi jembatan, kelas 7 kini masuk pada sesi baru menjadi duta sayuran yang bisa bereksplorasi lebih dari sekadar tahu dan paham. 

Sesi ini diawali pembuatan mindmap/peta konsep tentang sayuran, posting media sosial dengan tagar #dutasayuransmpht, eksplorasi kunjungan, dan olah pangan sayuran secara berkelompok. 

Bagi saya pribadi, masuk pada sesi pembelajaran ini sekaligus menambah pengalaman diri dalam keseharian. Jujur saja, mengolah sayuran bagi saya belum seexpert ibu-ibu rumah tangga pada umumnya. πŸ˜… Selain terbatas waktu, rasanya kok masak sayur masih itu-itu saja. Berkutat seputar sayur sop, sayur asem, tumis-tumis, dan menu sederhana lain. Belajar dalam sesi ini selain menjadi ikhtiar diri, juga mendampingi anak-anak menemukan kandungan berharga dalam sayuran.

Oiya, anak-anak sempat protes saat ada sesi menuliskan ayat yang berkaitan dengan sayuran. “Yaah Ibuu.. Ini kan bukan pelajaran tahsin atau PAI?!” 

“Nggak apa-apa dong. Justru semua ilmu berakar dari Al-Qur’an.” 

*mendadak hening

Saya ingin perlahan memahamkan bahwa Al-Qur’an bukan saja bagian dari pelajaran agama, tetapi mencoba anak-anak menemukan irisan dari setiap ilmu. Baik itu eksakta, sosial, maupun prakarya. 

Betapa Allah pun telah menggariskan dalam beberapa ayatNya. Ujung dari pembelajaran ini adalah rasa syukur. Maha Suci Allah yang telah menciptakan sayuran beragam rupa.

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Al-Kahf:45]

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. [Al-Hadiid:20]

*pasca pembelajaran Prakarya di 7 Usamah bin Zaid dan postingan Instagram mereka sebagai #dutasayuransmpht

Iklan

One thought on “Belajar Menjadi Duta Sayuran

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s