Catatan Diri, Lembaran Memori, Momentum, Refleksi, Semesta

Dari Dramkor ke Tayo

Drama Korea terbaru apa nih? Mau minta dong! πŸ˜†πŸ˜… ujar saya pada teman yang rutin mendownload drama Korea terbaru. Saya menyiapkan space waktu khusus untuk nonton drama setelah Khanza tertidur. Alasannya di kontrakan belum ada TV dan saya butuh hiburan πŸ˜†. Begitulah rutinitas saya menghibur diri tahun lalu. 

Kini semuanya berubah. Sejak bergabung ODOPfor99days 2017 (OneDayOnePost), rasanya nonton dramkor tak lagi menghibur tapi menyita waktu saya begitu banyak. Keasyikan nonton berarti waktu istirahat saya berkurang karena penasaran memutar episode berjam-jam. Target satu hari satu tulisan membuat saya menyeleksi aktivitas bermanfaat dan tidak juga tak henti menggagas ide. Hari ini apa yang say dapat? Baik dari buku, kejadian dan percakapan sembarang sekalipun. 

Nah, weekend kemarin saat membersamai Khanza, sore hari saya menonton kartun Tayo The Little Bus. Saya tahu Tayo dari Khanza yang menyanyikan lagunya dengan riang, “Hei Tayo.. tayo.” Oh Tayo itu bus lucu warna biru yang bisa berbicara. πŸ˜…πŸ˜ Eh, alhamdulillah sekarang sudah punya TV. Nah, kartun anak menjadi chanel favorit. 

Saat menyimak episode Tayo pertama kalinya, saya begitu tergugah dengan jalan ceritanya yang bijak dan punya nilai tersendiri. Kemarin episode yang saya tonton tentang Tayo dan teman-temannya yang sedang bertukar peran. Biasanya mereka membawa penumpang sesuai segmen masing-masing. Nah, Tayo kebagian membawa para ibu-ibu sosialita yang suka keheningan. Tayo yang sebelumnya selalu membawa anak-anak, melakukan kebiasaan bernyanyi-nyanyi untuk menghibur penumpang anak, malah dimarahi oleh ibu-ibu ini. “Bisakah kamu diam? Aku tak bisa konsentrasi membaca,” ujar seorang ibu muda. “Oiya baiklah, maafkan aku,” jawab Tayo. Dia bergumam dalam hati, ternyata bertukar peran tak semudah yang ia bayangkan. Hari itu dilewati Tayo dan teman-temannya dengan penuh tantangan yang membuat letih. Nah, saat berkumpul petang hari di terminal, mereka saling bertanya pengalaman yang dilalui selama seharian. Mereka saling menyembunyikan rasa lelah dengan jawaban , “Aku bisa melalui hari ini dengan semangat.” Namun, ketika disodorkan pertanyaan tentang bertukar peran lagi di hari esok, “Menurutku, Tidak!” Mereka kompak menjawab sambil tertawa dan jujur masing-masing. Ternyata mencoba peran lain itu tidak mudah. Berbeda karakter, berbeda potensi dan cara bersikap.

Belajar satu hal tentang episode ini bahwa masing-masing kita punya keunggulan di jalur berbeda. Kita punya rute tersendiri dalam menjalani hari. Seringkali silap mata dengan “rumput tetangga” yang lebih hijau, akhirnya semua ini mengingatkan saya tentang rasa syukur yang begitu dalam tentang menyikapi jalan kehidupan yang berbeda satu sama lain. Bersyukurlah…

*penasaran episode Tayo selanjutnya ☺😊

#ODOPfor99days

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s